KEPANJEN – Meski bantuan armada dari Pemerintah Pusat sudah masuk Malang, koperasi desa merah putih (KDMP) belum boleh mengoperasikan. Larangan pengoperasian armada serentak. Sebab, saat ini seluruh KDM diminta menuntaskan pembangunan gerai.
Setelah gerai rampung, masing-masing Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) maupun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) baru dipersilakan menerima bantuan armada dari pemerintah pusat. Kini bantuan tersebut masih diamankan oleh Kodim.
Komandan Kodim (Dandim) 0818/Kabupaten Malang- Batu Letkol Czi Bayu Nugroho mengatakan, sudah berjalan pembangunan gerai di 340 titik. Dengan jumlah 390 koperasi, maka masih ada 50 titik yang belum memulai pembangunan.
“Dari jumlah tersebut, sudah selesai pembangunan di 127 titik,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Sehingga masih ada 213 gerai yang dalam tahap pembangunan. Dengan demikian, pihaknya akan mengebut pembangunan gerai di 263 titik.
“Sejauh ini kendala di lapangan masih teratasi. Namun untuk kendala cuaca di luar kendali kami,” imbuh perwira menengah (pamen) TNI tersebut.
Oleh karena itu, dia melanjutkan, banyak pembangunan yang molor. Seharusnya dijadwalkan tuntas dalam tiga bulan, tetapi bisa lebih lama. Dia juga memastikan lahan yang dimanfaatkan memang Tanah Kas Desa (TKD). Lahan dipastikan bukan lahan sawah dilindungi (LSD) maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Seperti diberitakan, masih ada lahan di tujuh titik yang merupakan milik Perum Perhutani dan saat ini masih proses penyelesaian administrasi.
Ketika pembangunan tuntas, pihaknya siap mendistribusikan kendaraan operasional. Yakni berupa truk dan roda tiga. Dia tidak menghafal jumlah kendaraan yang sudah didistribusikan.
“Prosesnya bertahap sesuai proses pembangunan gerainya,” kata dia.
Pendistribusian truk sebagai upaya penguatan ekonomi desa dengan memudahkan distribusi hasil tani secara langsung ke konsumen. Selain truk, setiap koperasi juga akan dilengkapi kendaraan operasional berupa satu unit pickup untuk distribusi.
Sebab, KDKMP merupakan koperasi desa (kopdes) terpadu yang menyediakan fasilitas lengkap untuk menggerakkan ekonomi pedesaan. Karena itu, perlu kendaraan operasional untuk memperpendek rantai pasok barang desa.
Terpisah, Ketua KDMP Mangliawan Wahyu Setyono mengatakan, sampai saat ini, koperasi di desanya belum bergerak. Pihaknya menunggu distribusi bantuan kendaraan sambil melanjutkan pembangunan gerai.
“Informasinya, kami akan mendapat satu truk, satu pikap, dan dua tossa (roda tiga, red). Namun, saya tidak bisa memastikan waktu kedatangannya. Kalau dari teman-teman, kalai gerai sudah 100 persen baru bisa,” pungkasnya.(yun/dan).
Editor : Mahmudan