KEPANJEN – Dua jemaah haji asal Kabupaten Malang meninggal di tanah suci. Hal itu diungkap oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Malang kemarin (2/6).
Kepala Bagian Sub Tata Usaha Kemenhaj Kabupaten Malang Romdloni Suryono memaparkan, jemaah pertama yang meninggal di tanah suci berasal dari kelompok terbang (kloter) 16. Mereka diberangkatkan ke tanah suci pada 16 Mei lalu.
Dia bernama Samanu, asal Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit. Pria yang meninggal pada usia 85 tahun itu sebelumnya tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Azhar.
“Dia meninggal di Saudi Germany Hospital Makkah, Arab Saudi. Penyebabnya karena sakit,” ujar Suryono kemarin.
Selang sepekan, tepatnya pada 23 Mei lalu, jemaah kloter 14 yang bernama Jamari juga meninggal dunia. Jemaah berusia 73 tahun itu mengembuskan napas terakhir di King Faisal Hospital, Makkah, Arab Saudi. Pria asal Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak itu sebelumnya bergabung dengan KBIHU Al-Huda.
Kedua jemaah tersebut dimakamkan di Makkah sesuai prosedur yang sudah ditentukan. Sebab, pemerintah Arab Saudi mengkhawatirkan jarak tempuh yang sangat jauh akan merusak kondisi jenazah. Selain itu, dia melanjutkan, biaya yang akan dikeluarkan juga tidak sedikit. Jenazah jemaah haji Indonesia sepenuhnya akan diurus oleh pemerintah Arab Saudi.
Seperti diberitakan, menurut data Kemenhaj Kabupaten Malang, pemberangkatan haji ditetapkan menjadi tujuh kloter. Yakni kloter 12 ada dua orang serta kloter 14 ada 359 orang. Kemudian kloter 15-17, masing-masing ada 376 orang serta kloter 18 yang terdiri atas 140 orang. Terakhir, yakni kloter 30 yang terdiri atas delapan orang. Sehingga jika ditotal, ada 1.637 orang yang berangkat pada tahun ini. Namun yang dijadwalkan pulang ke tanah suci ada 1.635 orang. “Mereka pulang pada tanggal 4-5 Juni 2026,” imbuhnya.
Seperti saat pemberangkatan, pemerintah membantu akomodasi untuk pemulangan. Yakni menyediakan bus untuk jamaah dan truk untuk koper-kopernya. Jika ditotal, Pemkab Malang mengalokasikan sekitar Rp 400 juta untuk akomodasi pulang-pergi jamaah haji ke asrama haji di Sukolilo, Surabaya.(yun/dan).
Editor : Mahmudan