Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Awas, Pujon Malang Paling Sering Dilanda Bencana

Biyan Mudzaky Hanindito • Rabu, 3 Juni 2026 | 18:21 WIB

 

DARURAT BENCANA: Petugas BPBD Kabupaten Malang meninjau lokasi terdampak bencana.
DARURAT BENCANA: Petugas BPBD Kabupaten Malang meninjau lokasi terdampak bencana.

 

KEPANJEN – Meski angkanya menurun, jumlah bencana di Bumi Kanjuruhan relatif masih tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap ada ratusan bencana dalam kurun lima bulan terakhir, Januari-Mei 2026.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan bahwa selama Januari sampai Mei 2026 tercatat 200 bencana.

“Paling banyak tanah longsor dan angin kencang,” kata dia.

Dia lantas merinci jumlah masing-masing jenis bencana. Untuk angin kencang melanda sampai 42 kali, 9 kali banjir, 2 kali gempa bumi yang berakibat kerusakan infrastruktur, 50 kali gempa tanpa dampak, 31 pohon tumbang, dan 66 kali tanah longsor.

Dari data tersebut, Pujon menjadi kecamatan dengan jumlah bencana terbanyak. Yaitu 20 kali bencana. Dilanjutkan Kasembon dengan 16 bencana. Kedua kecamatan tersebut paling sering dilanda longsor.

”Di luar Malang Barat, ada Poncokusumo dengan 16 bencana. Angin, longsor, dan pohon tumbang sama-sama tercatat di angka 4 semua,” imbuh Sadono.

Di bawahnya lagi, Kepanjen dengan total 11 bencana, dengan 9 kejadian pohon tumbang dan 2 angin kencang.

Sadono menyebut angka bencana selama lima bulan tahun ini menunjukkan penurunan dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

“Tahun lalu total 223 bencana, termasuk gempa yang tidak berdampak,” sebut dia.

Menurutnya, penurunan jumlah bencana pada 2026 karena tahun lalu Kabupaten Malang dilanda El Nino sepanjang tahun. Hal itu berbeda dengan tahun ini, yang berganti La Nina. “Kalau La Nina itu artinya cuaca lebih kering,” ucap Sadono.

Mengutip laporan badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG), ia menyebut bahwa La Nina diperkirakan bakal terjadi sepanjang tahun. Polanya hampir serupa seperti El Nino pada tahun lalu. “Kemungkinan untuk puncak kekeringan terjadi pada bulan Agustus depan. Tapi biasanya, ritme mulai kering bulan September,” kata dia.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
#malang hari ini #pujon malang #Bencana malang