MALANG, RADAR MALANG – Pemkab Malang meluncurkan Gerakan Desa Maslahah bersama Universitas Al-Qolam sebagai upaya memperkuat pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, ekonomi lokal, pendidikan, dan tata kelola pemerintahan desa.
Peluncuran program berlangsung di Balai Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Minggu (7/6). Pemkab Malang berharap kolaborasi dengan kalangan akademisi dapat mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Desa Maslahah Fokus pada Kesejahteraan Warga
Konsep Desa Maslahah menempatkan kemanfaatan masyarakat sebagai tujuan utama setiap program pembangunan yang dijalankan di tingkat desa.
Bupati Malang HM Sanusi mengatakan pembangunan desa tidak cukup hanya diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun. Menurutnya, pembangunan harus menyentuh aspek yang lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan nilai sosial dan keagamaan.
Baca Juga: Jalan Desa Rusak Tak Selalu Ditanggung Pemdes, Pemkab Malang Bakal Turun Tangan Bantu Perbaikan
“Pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik. Tetapi juga menyangkut pembangunan kualitas SDM, penguatan nilai-nilai sosial keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan tata kelola pemerintahan desa yang baik,” ujarnya.
Sanusi menjelaskan, konsep maslahah mengajarkan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Desa Maslahah merupakan gerakan yang tidak hanya berorientasi pada capaian program, melainkan pada terwujudnya kesejahteraan, kemajuan, dan kemanfaatan yang dirasakan langsung oleh warga desa,” katanya.
Terintegrasi dengan Program KKN Tematik
Gerakan Desa Maslahah akan dijalankan bersamaan dengan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) yang melibatkan mahasiswa di berbagai desa.
Baca Juga: Pakasa Malang Raya Siap Dikukuhkan, Pemkab Malang Dorong Peran Komunitas Budaya Jaga Warisan Leluhur
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga berperan sebagai katalisator perubahan di tengah masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu membantu mengidentifikasi persoalan desa sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan.
Sanusi menilai sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Sinergi antara dunia akademik, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah desa menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Target Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Sosial Desa
Melalui Gerakan Desa Maslahah, Pemkab Malang menargetkan lahirnya berbagai program konkret yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
Selain itu, gerakan tersebut juga diharapkan menjadi model pembangunan desa yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Malang.
Menurut Sanusi, keberhasilan program sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, pemerintah daerah mendukung berbagai kolaborasi yang bertujuan memperkuat kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga kolaborasi yang telah terbangun ini dapat menjadi model pengembangan desa yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yun)
Editor : Aditya Novrian