DAMPIT – Belum selesai pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Srigonco, pemerintah berencana membangun lagi di lokasi lain. Kali ini sasarannya adalah lahan di Kecamatan Dampit. Jika nanti terealisasi, ada dua SR di Kabupaten Malang.
Bupati Malang H M. Sanusi mengungkap alasan pemerintah pusat memilih dampit dibanding kecamatan lain. Salah satunya, masih banyak lahan kosong di Dampit.
“Karena butuh 20 hektare untuk pembangunan SR yang ini,” ucap orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu beberapa waktu lalu.
Dia menyebut, sasaran siswa untuk dua SR akan berbeda. “SR di Srigonco, Kecamatan Bantur itu untuk anak miskin. Sedangkan SR yang di Dampit ini merupakan SR terintegrasi untuk masyarakat umum,” imbuh politisi PDI Perjuangan itu.
Seperti diberitakan, SR di Desa Srigonco diprioritaskan untuk anak putus sekolah dan siswa dari keluarga miskin ekstrem dan miskin. Para siswa harus terdaftar dalam desil 1 dan desil 2 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Untuk diketahui, desil yakni pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok sama besar.
Dengan urutan desil 1 merupakan 10 persen rumah tangga paling miskin dan seterusnya. Penentuannya tidak hanya dari penghasilan, tetapi juga kondisi rumah, aset, pendidikan, pekerjaan, pengeluaran, dan indikator sosial-ekonomi lain.
Berdasar DTSEN tersebut, ada 130.221 anak yang termasuk usia sekolah. Rinciannya, 64.707 anak aktif sekolah mulai jenjang TK-SMA dan 65.514 anak tidak aktif sekolah. Namun hingga kemarin (8/6), baru terdaftar 230 calon siswa (casis). Itu berdasar penjaringan casis dari SR oleh pendamping PKH di 33 kecamatan.
Sementara syarat usia untuk masuk SR jenjang SD yakni minimal 7 tahun dan maksimal 12 tahun. Sedangkan untuk jenjang SMP maksimal 15 tahun dan sudah lulus SD/ sederajat. Bagi jenjang SMA, berusia maksimal 21 tahun dan lulus SMP/sederajat. Kelulusan tersebut dibuktikan dengan ijazah, surat keterangan lulus (SKL), atau dokumen lain yang menyatakan kelulusan.
“Kabupaten Malang ini memang menjadi salah satu barometer pendidikan di Indonesia. Ini selaras dengan visi pembangunan pemerintah pusat, yakni pembangunan dimulai dari desa,” ucap Sanusi.
Oleh karena itu, dia melanjutkan, Kabupaten Malang kembali ditunjuk sebagai calon lokasi SR setelah pembangunan terlaksana di Desa Srigonco.
“Meskipun SR Srigonco belum beroperasi, tetapi SR terintegrasi sudah berjalan di BLK (Balai Latihan Kerja) Singosari,” kata Sanusi. Dia menyebut, di sekolah tersebut sudah terdapat 100 siswa jenjang SD dan SMA.(yun/dan).
Editor : Mahmudan