KEPANJEN - Pelayanan perpipaan air bersih Perumda Tirta Kanjuruhan atau PDAM belum menyeluruh. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, jumlah pelanggan tahun lalu berkisar 156.186 Sambungan Rumah (SR). Dengan asumsi empat penduduk per rumah, jumlah penduduk terlayani 624.744 jiwa.
Sehingga jika dibandingkan dengan total penduduk Kabupaten Malang pada 2025 yang mencapai sekitar 2,7 juta, pelayanan air bersih dari PDAM mencapai sekitar 23,13 persen.
“Tahun ini kami menargetkan ada tambahan 5.000 pelanggan lagi, sesuai dengan MoU kami dengan Pemkab Malang. Insya Allah bisa melebihi target,” ujar Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi beberapa waktu lalu.
Sebab, dia melanjutkan, tahun ini pihaknya mengembangkan sistem pengolahan air minum (SPAM) Kaligoro untuk dua kecamatan. Yakni Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dan Gedangan.
“Berdasar data yang kami siapkan, ada sekitar 8.000 SR tetapi bertahap. Tidak semua langsung kami layani,” kata Syamsul.
Menurutnya, pelayanan air bersih di Malang selatan cukup sulit. Jika di perkotaan, perumahan akan mengumpul di satu zona, sedangkan di pelosok desa, rumah-rumah bisa berjarak sekitar 100-200 meter. Sehingga butuh jaringan yang lebih panjang dibanding perumahan yang padat penduduk. Dengan demikian, biaya operasional juga lebih tinggi.
“Pembangunan jaringan utama SPAM Kaligoro sudah selesai. Kini tinggal distribusi kepada masyarakat yang butuh biaya besar,” imbuhnya.
Menurut hasil penghitungan dan survei, untuk dua kecamatan tersebut butuh sekitar Rp 26 miliar. Namun jika terealisasi, pada 2027 depan, pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan bisa mencapai 161 SR. Itu tersebar di 27 kecamatan. Sedangkan enam kecamatan lainnya tidak membutuhkan air PADM karena memiliki sumber air melimpah. Yakni Kecamatan Wonosari, Kasembon, Kromengan, Pagelaran, Sumberpucung, dan Wajak.(yun/dan).
Editor : Mahmudan