Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Laut Malang Selatan Tak Bersahabat, Waswas Harga Ikan Mau Naik  

Biyan Mudzaky Hanindito • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:21 WIB
TUNGGU MUSIM IKAN: Kapal-kapal nelayan berlabuh di TPI Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan beberapa hari lalu.
TUNGGU MUSIM IKAN: Kapal-kapal nelayan berlabuh di TPI Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan beberapa hari lalu.

 

SUMAWE – Enam bulan ini, laut Malang selatan belum bersahabat dengan nelayan. Ombak masih mengganas, sehingga berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan. Dari target tangkapan ikan tahun ini yang menembus 29.700 ton, hingga Mei ini belum separo yang tercapai

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring mengungkapkan, target tangkapan ikan laut tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Pada 2025 lalu hanya 22 ribu ton, tahun ini mencapai 29.700 ton.

“Total targetnya 29.826,57 ton, itu termasuk tangkapan laut dan perairan umum daratan,” terang Victor kemarin.

Namun sampai Mei, dia melanjutkan, tangkapan laut masih berada di angka 10.831 ton alias 36 persen. Dari 24 jenis biota laut yang terdata, kebanyakan realisasinya di bawah 100 ton. Sementara yang sudah lebih dari 100 ton ada 15 jenis. Lima paling banyak adalah ikan layang 2.551 ton, cakalang 1.830 ton, layur 1.051 ton, lemuru 856 ton, dan ikan tuna sirip kuning besar 678 ton.

Pada capaian 2025 lalu, dia melanjutkan, tangkapan yang paling banyak tidak terlalu berbeda dengan tangkapan tahun ini.

“Layang dan layur mendominasi. Jumlahnya berkisar 5.292 ton untuk layang dan 6.185 ton untuk layur,” kata Victor.

Sementara untuk komoditas unggulan dari keluarga tuna tidak terlalu banyak. Tuna sirip kuning besar tertangkap 1.109 ton, tongkol 6.053 ton, dan cakalang 1.667 ton.

Victor menyebut, sebagian besar capaian dua tahun tersebut berasal dari pelabuhan nelayan Pondokdadap di Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).

“60 persen dari Sendang Biru. Sisanya 40 persen dari pantai-pantai seluruh Kabupaten Malang,” sebut pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Pihaknya mendata ada 19 pantai di 13 desa yang mendaratkan ikannya dari lautan. Desa-desa itu adalah Sumberoto, Mentaraman, Kedungsalam, Banjarejo, di Kecamatan Donomulyo. Lalu Desa Sumberbening dan Srigonco, di Kecamatan Bantur. Kemudian Tumpakrejo, Gajahrejo di Kecamatan Gedangan. Lalu Tambakrejo dan Sidoasri, di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Serta Purwodadi dan Pujiharjo di Tirtoyudo. Juga ada Lebakharjo di Kecamatan Ampelgading.

Disinggung mengenai perkiraan tangkap hingga akhir tahun, pihaknya mengatakan bahwa cuacanya masih belum menentu. Sehingga belum bisa mencapai target di separo tahun 2026 ini. “Masih seperti tahun-tahun yang lalu. Cuaca, iklim dan gelombang laut jadi kendala nelayan. Tahun ini agak panjang, mulai Januari sampai Mei, cuaca masih kurang baik untuk nelayan,” keluh dia.

Meskipun cuaca masih menghambat nelayan untuk bekerja maksimal, justru ikan-ikan tuna sirip kuning besar makin terlihat.

“Tuna besar mulai tertangkap dari Maret sampai Juni ini. Diharapkan puncaknya pada Juni sampai Agustus depan,” kata dia.

Dengan makin banyaknya tuna besar tertangkap, dia mengatakan, aktivitas pelelangan ikan di pelabuhan pondokdadap semakin ramai. Dari sana, dinas perikanan bisa menarik retribusi. Tahun ini, pihaknya menargetkan retribusi pelelangan ikan Rp 200 juta. “Sekarang baru tercapai 52,62 persen,” tandas Victor.(biy/dan)

 

Editor : Mahmudan
#Ikan Nelayan #malang hari ini #malang selatan