Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

31 Persen Susu Jatim Dipasok dari Kabupaten Malang

Indah Mei Yunita • Jumat, 12 Juni 2026 | 15:30 WIB
PRODUSEN SUSU: Para pemangku kepentingan menandatangani komitmen dukungan terhadap Program Pengembangan Ekonomi dDaerah (PED) pada ekosistem sapi perah di KAN Jabung kemarin (11/6).
PRODUSEN SUSU: Para pemangku kepentingan menandatangani komitmen dukungan terhadap Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) pada ekosistem sapi perah di KAN Jabung kemarin (11/6).

JABUNG, RADAR MALANG - Pertumbuhan ekonomi Jatim tertinggi se Pulau Jawa. Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pertumbuhannya mencapai 5,96 persen year on year (y-on-y). Dari nilai tersebut, sektor pertanian dan peternakan turut berkontribusi dalam peningkatan ekonomi. Sekretaris Daerah (Sekda) Jatim Adhy Karyono menyebut, peternak sapi perah atau produsen susu juga menjadi kontributor besar dalam peningkap[tan ekonomi di Jatim. “Jatim adalah lumbung pangan. Kami mewujudkan swasembada padi, jagung, tebu, hingga susu,” ujar Adhy Karyono di tengah acara penandatanganan nota kesepahaman program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) pada Komoditas Susu Sapi Perah di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung kemarin (11/6).

Dia melanjutkan, sekitar 60 persen produksi susu di Indonesia berasal dari Jatim. Termasuk Kabupaten Malang yang menjadi salah satu sentra produksi susu. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, produksi susu sapi di Kabupaten Malang mencapai 150.660 ton pada 2025 lalu. Jumlah tersebut merupakan 31 persen dari produksi di Jatim yang menembus 475.394 ton.

Baca Juga: Harga Turun, Produksi Apel Kabupaten Malang Ikut Susut

Demi mendukung kesejahteraan produsen susu, dia melanjutkan, petani juga penting memahami literasi digital. Salah satunya melalui sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Yakni perangkat lunak manajemen bisnis yang mengintegrasikan berbagai proses operasional. Seperti keuangan, SDM, hingga rantai pasok ke dalam platform terpusat.

“Kami akan mengupayakan program ini bisa diterapkan di titik lain. Utamanya demi memberdayakan masyarakat supaya bisa mengakses keuangan dengan inklusi,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Direktur (Presdir) KAN Jabung Eva Marliyanti mengatakan, saat ini terdapat 2.300 peternak sapi dan petani tebu yang bergabung. Jumlah produksi susu sapinya sekitar 70 ton per hari. Dia menjelaskan, sebelum mencapai angka tersebut, produksi susu berkisar 75 ton per hari. Karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), produksinya menyusut 35 ton ton per hari.

Baca Juga: Dikeluhkan, Harga Susu dari Peternak Sulit Naik

“Sebelum PMK, populasi sapi kami yang sebelumnya 11.500 ekor, turun menjadi 7.500 ekor,” katanya. ”Sedangkan sapi yang produksi sebelumnya ada 7.500 ekor, juga berkurang menjadi 5.000 ekor,” tambahnya.

Demi memaksimalkan produktivitas, pihaknya melakukan dua proses utama. Yakni community development dan community enabling. Misalnya melalui pengenalan teknologi supaya usaha peternak di bawah binaannya meningkat. “Melalui ERP ini, kami bisa lebih mudah mengisi kekosongan 1.000 kandang kami,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Susu Jatim Dipasok #y-on-y #KAN #sekda