Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Produksi Susu Sapi dan Kambing di Kabupaten Malang Tembus 153 Ribu Ton, Mulai Pulih setelah Dihantam Wabah PMK

Indah Mei Yunita • Senin, 15 Juni 2026 | 19:11 WIB
Peternak menyetorkan susu sapi hasil pemerahan ke tempat penampungan di Kecamatan Jabung sebelum didistribusikan ke industri pengolahan kemarin. (Indah Mei Yunita/Radar Malang)
Peternak menyetorkan susu sapi hasil pemerahan ke tempat penampungan di Kecamatan Jabung sebelum didistribusikan ke industri pengolahan kemarin. (Indah Mei Yunita/Radar Malang)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Produksi susu di Kabupaten Malang terus menunjukkan tren pemulihan pascawabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Berdasarkan data terbaru, produksi susu sapi dan kambing pada 2025 mencapai 153.063 ton atau meningkat dibanding dua tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor peternakan perah yang sempat terpukul akibat PMK. Selain populasi ternak yang mulai pulih, produktivitas peternak juga berangsur membaik setelah berbagai program pendampingan dan pengembangan usaha dijalankan.

Produksi Susu Kabupaten Malang Terus Meningkat

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat produksi susu di Kabupaten Malang pada 2023 mencapai 143.588 ton. Setahun kemudian naik menjadi 149.916 ton atau bertambah 6.328 ton.

Tren positif tersebut berlanjut pada 2025. Produksi susu kembali meningkat menjadi 153.063 ton atau bertambah 3.147 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan itu terjadi seiring membaiknya kondisi peternakan sapi perah yang sebelumnya terdampak cukup berat akibat wabah PMK.

Baca Juga: Inilah Rute Baru Bus Trans Jatim di Malang yang Dikaji Pemprov Jatim

PMK Sempat Pangkas Produksi hingga Separo

Presiden Direktur KAN Jabung Eva Marliyanti mengatakan, wabah PMK sempat menyebabkan penurunan drastis populasi sapi perah dan produksi susu anggota koperasi.

Saat ini KAN Jabung memiliki sekitar 2.300 anggota yang terdiri atas peternak sapi dan petani tebu. Produksi susu yang dihasilkan mencapai sekitar 70 ton per hari.

"Sebelum PMK merebak, produksi susu anggota kami mencapai sekitar 75 ton per hari. Namun saat wabah terjadi sempat turun hingga sekitar 35 ton per hari," ujarnya.

Menurut Eva, dampak terbesar terlihat pada penurunan populasi ternak. Sebelum PMK, populasi sapi di lingkungan KAN Jabung mencapai sekitar 11.500 ekor. Namun setelah wabah, jumlahnya menyusut menjadi sekitar 7.500 ekor.

"Sebelum PMK, populasi sapi kami sekitar 11.500 ekor. Setelah wabah menjadi 7.500 ekor. Sedangkan sapi yang berproduksi sebelumnya 7.500 ekor menjadi sekitar 5.000 ekor," jelasnya.

Pendampingan Peternak Dorong Pemulihan

Untuk mempercepat pemulihan sektor peternakan, KAN Jabung menjalankan berbagai program pendampingan bagi para peternak.

Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas peternak, penguatan manajemen usaha, hingga penerapan teknologi peternakan yang dapat meningkatkan produktivitas susu.

Langkah tersebut dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produksi yang kini mulai mendekati kondisi sebelum wabah PMK.

Baca Juga: Tiap Rombel Siswa SR Srigonco Malang Bertambah

Produksi Susu Kambing Masih Terbatas

Selain susu sapi, Kabupaten Malang juga menghasilkan susu kambing. Namun kontribusinya masih relatif kecil, yakni sekitar 1,5 persen dari total produksi susu daerah.

Salah satu produsen susu kambing di Kabupaten Malang adalah Ganisha Farm. Kepala Kandang Ganisha Farm Afif Nabil Ramadhan menjelaskan produksi susu setiap kambing bervariasi antara satu hingga tiga liter per hari.

Pemerahan dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Setelah proses pemerahan, peternak juga melakukan perawatan khusus untuk menjaga kesehatan ternak.

"Setelah pemerahan susu, biasanya kami memberikan obat khusus pada puting kambing untuk mencegah mastitis," pungkasnya.

Editor : Aditya Novrian
#produksi susu Kabupaten Malang #susu sapi Malang #pmk kabupaten malang #peternak sapi perah #kan jabung