KEPANJEN – Belum memasuki puncak kemarau, ancaman kekeringan sudah menghadang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap, hampir separo atau 43,6 persen area Bumi Kanjuruhan terancam kekeringan. Lokasinya menyebar di 22 kecamatan.
“Daerah dengan ancaman terluas ada di Kecamatan Ampelgading, yakni 195,45 kilometer persegi. Kemudian Tirtoyudo 169,66 kilometer persegi,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan
Selain Ampelgading dan Tirtoyudo, kecamatan lain yang terancam mengalami krisis air bersih adalah Donomulyo, Bantur, Gedangan, dan Sumbermanjing Wetan. Kemudian di sisi Malang barat ada kecamatan Ngantang dan Kasembon. Secara geografis, daerah tersebut memiliki keterbatasan sumber air saat musim kemarau panjang.
Sadono menjelaskan, ancaman kekeringan berpotensi terjadi jika air yang tersedia secara alami tidak memenuhi kebutuhan. Baik untuk kehidupan manusia maupun tumbuh-tumbuhan. Kerugian yang terjadi juga tidak sedikit.
“Kekeringan di Kabupaten Malang terjadi karena faktor geologis, klimatologis, dan vegetatif. Misalnya di daerah Malang selatan disebabkan oleh rendahnya curah hujan. Juga jenis tanah karst yang tidak dapat menampung dan menyimpan air,” imbuh pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD bersama perangkat daerah (PD) terkait telah memonitor sumber air dan kondisi lapangan secara berkala untuk memastikan kecukupan kebutuhan air bersih.
Selain itu, pihaknya juga melaksanakan koordinasi lintas sektor berbasis data peta rawan kekeringan. Edukasi dan sosialisasi juga disampaikan kepada masyarakat supaya dapat menghemat air. Serta meningkatkan kesiapsiagaan sarana distribusi air bersih.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan kekeringan agar menggunakan air secara bijak dan menyiapkan cadangan air,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang Zainuddin.
Jika mulai mengalami kesulitan air bersih, dia melanjutkan, warga dapat segera melapor ke perangkat desa maupun kecamatan supaya bisa segera menerima bantuan dari Pemkab Malang.
Sebagai informasi, karakteristik kemarau 2026 diprediksi lebih kering dari biasanya. Hal tersebut karena ada prediksi fenomena penguatan El Nino sebesar 50-60 persen pada pertengahan hingga akhir tahun. Oleh karena itu, durasi kemarau diperkirakan cukup lama. Yakni dengan rentang waktu berkisar antara 16 hingga 24 dasarian (sekitar 5 hingga 8 bulan) di berbagai zona. (yun/dan).
Editor : Mahmudan