Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Begini Cara Petani Malang Kembangkan Produksi Durian Unggulan

Indah Mei Yunita • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:38 WIB

 

NIKMAT: Beberapa rekomendasi tempat makan durian yang bikin ketagihan di Malang
NIKMAT: Beberapa rekomendasi tempat makan durian yang bikin ketagihan di Malang

 

KEPANJEN - Sebagai salah satu komoditas unggulan, produksi durian seharusnya terus meningkat. Namun berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, produksinya terus menurun dalam dua tahun terakhir.

Dari tahun 2023 ke 2024, produksi durian menurun 12 ribu ton. Dari sebelumnya 141.732 ribu ton dalam satu tahun menjadi 129.736 ribu ton. Jumlah tersebut terus menurun hingga menjadi 78.045 ton.

Oleh karena itu, produksinya perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan inovasi bibit unggul yang dikembangkan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang. Dengan bibit unggul tersebut, produksi tidak hanya meningkat, tapi juga semakin berkualitas.

Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang Makhrus Sholeh mengatakan, pihaknya saat ini sedang menggencarkan program penanaman benih durian unggul. Setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) direncanakan akan mendapatkan bibit durian sebagai bagian dari pengembangan komoditas unggulan daerah.

“Durian di Kabupaten Malang kami jadikan prioritas unggulan. Kami bina ranting HKTI agar bekerja sama dengan warga yang memiliki lahan untuk ditanami durian,” kata dia.

Dengan bibit unggul tersebut, Makhrus mengatakan, kualitas durian akan semakin baik. Utamanya dari segi rasa.

Selain bibit unggul, dia melanjutkan, terdapat tiga faktor lain yang perlu diperhatikan dalam pengembangan durian.

“Kami memiliki konsultan untuk pengembangan durian. Mulai pemilihan bibit unggul, pemupukan, pengairan, dan penjualannya,” imbuhnya.

Harga jualnya pun dapat meningkat. Sebagai contoh, jika bibit unggul tersebut dikelola dengan baik, omzet per tahunnya bisa menembus Rp 400 juta per 1 hektare. Mulai dari jenis durian musang king, bawor, hingga black thorn.

Secara keseluruhan, dia mengatakan, produksi durian Kecamatan Poncokusumo menjadi yang tertinggi kedua sebagai produsen. Tahun 2025, produksinya mencapai 13.759 ton.

“Namun kami tetap berupaya memperluas area penanaman dan melakukan intensifikasi produk yang sudah ada,” ujar Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono.

Dia menyebut, varietas durian yang menjadi unggulan yakni montong. Sebab, ukuran daging buah lebih besar dibandingkan dengan varietas lain. Mayoritas daging durian montong berwarna kuning cerah, tetapi ada juga yang kuning pucat. Rasanya legit dan berukuran jumbo. Hal itu yang membuat durian montong dibanderol lebih mahal dibanding lainnya. (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#HKTI Malang #durian malang #pertanian malang