Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Agar Warga Tak Salah Naik, Desain Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dibikin Berbeda

Nabila Amelia • Jumat, 19 Juni 2026 | 16:02 WIB
SISIPKAN WARNA KUNING: Salah satu Bus Trans Jatim melintas di Jalan Basuki Rahmat, beberapa waktu lalu.(Darmono/Radar Malang)
SISIPKAN WARNA KUNING: Salah satu Bus Trans Jatim melintas di Jalan Basuki Rahmat, beberapa waktu lalu.(Darmono/Radar Malang)

MALANG RAYA, RADAR MALANG - Desain Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya dipastikan berbeda dengan bus Koridor I. Itu dilakukan dengan tujuan agar masyarakat tidak salah naik. 

”Desainnya kami serahkan ke Pemkab Malang. Saya ingin yang menghendaki pimpinan daerah,” kata Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Ainur Rofiq. Secara umum, dia menyebut tampilan bus memiliki warna dasar biru. 

Namun rencananya ada sedikit warna kuning. Dalam rapat yang digelar Rabu lalu (17/6), Dishub Kabupaten Malang juga sudah mengusulkan dua nama untuk digunakan bus. Salah satunya nama yang mengandung unsur kerajaan di Malang pada masa lampau. 

Hanya saja dia enggan menyebut karena masih menunggu persetujuan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Rofiq menargetkan pada Juni ini usulan rute bisa fixed

Demikian pula dengan kelengkapan lain seperti kepastian livery, nama, hingga desain bus. Pejabat eselon IVB Pemprov Jatim itu menambahkan, selain menyiapkan koridor dua, rencananya akan ada tambahan prasarana untuk koridor satu.

”Akan ada tambahan berupa traffic priority. Untuk tanda kalau Bus Trans Jatim mendekati persimpangan, ada lampu lalu lintas yang bisa berubah warna menjadi hijau,” beber dia.

Ada lima persimpangan yang diusulkan Dishub Kota Malang untuk mendapat traffic priority. Namun yang diterima Dishub Jatim hanya satu persimpangan. Lokasi pasti persimpangan yang dipasang traffic priority bakal disurvei. 

Selain itu, ada usulan peningkatan fasilitas terminal, terutama terminal-terminal di Kabupaten Malang. Secara umum, Rofiq menyebut bahwa pihaknya tidak ingin koridor dua Bus Trans Jatim muspro karena tidak ada bangkitan atau demand (permintaan) dari masyarakat yang kecil. 

Karena itu, seluruh rute bakal terintegrasi dengan fasilitas publik. Terutama lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, destinasi wisata, hingga tempat perbelanjaan. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#bus trans jatim koridor malang #desain bus trans jatim #desain baru bus trans jatim #Pemkab Malang #bus Trans Jatim