Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga 3.948 KK Siaga Ancaman Kekeringan

Indah Mei Yunita • Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:14 WIB

 

Ilustrasi Kekeringan (freepik)
Ilustrasi Kekeringan (freepik)

KEPANJEN, RADAR MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Malang mengungkap, 22 kecamatan terancam kekeringan. Empat di antaranya masuk kategori kerawanan tinggi dan dua kecamatan dalam kerawanan sedang.

Desa dengan kerawanan sedang meliputi Harjokuncaran dan Sitiarjo (Sumbermanjing Wetan), Pagak dan Sumberejo (Pagak), serta Gajahrejo (Gedangan). Sedangkan desa dengan kerawanan tinggi meliputi Sumberagung dan Kedungbanteng (Sumbermanjing Wetan), Putukrejo dan Sukowilangun (Kalipare), Bandungrejo (Bantur), serta Sumberoto, Mentaraman, dan Tulungrejo (Donomulyo).

Baca Juga: Pemkab Malang Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan, Cek Mekanismenya

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, musim kemarau yang diprediksi lebih panjang tahun ini berpotensi berdampak warga 3.948 Kartu Keluarga (KK). Desa Bandungrejo di Kecamatan Bantur menjadi daerah dengan jumlah warga paling banyak terancam kekeringan. Yakni mencapai 675 KK yang tersebar di tiga dusun. “Desa-desa lainnya juga memiliki ratusan KK yang berpotensi terdampak kekeringan,” kata Purwoto kemarin.

Sebagai langkah pencegahan, dia mengatakan, BPBD bersama perangkat daerah (PD) terkait telah memonitor sumber air dan kondisi lapangan secara berkala. Tujuannya untuk memastikan kecukupan kebutuhan air bersih.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga melaksanakan koordinasi lintas sektor berbasis data peta rawan kekeringan. Edukasi dan sosialisasi juga disampaikan kepada masyarakat supaya mereka dapat menghemat air. Serta meningkatkan kesiapsiagaan sarana distribusi air bersih.

Baca Juga: Kanjuruhan dalam Bayang-Bayang Kekeringan

Sementara beberapa waktu lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengungkap, tahun ini ada potensi penguatan fenomena El Nino. Sehingga kondisi cuaca jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Anung Suprayitno menambahkan, informasi tersebut merupakan peringatan dini (early warning) agar para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat melakukan aksi dini guna meminimalkan risiko bencana kekeringan. “Puncak musim kemarau di Kabupaten Malang diprediksi akan terjadi pada Agustus,” kata dia.

Dia mengimbau supaya para pelaku sektor pertanian dan pangan agar segera menyesuaikan kalender tanam. Sekaligus beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan atau berumur pendek. Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari risiko gagal panen. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#pd #kekeringan #BMKG #BPBD