PAKISAJI, RADAR MALANG - Greenhouse menjadi salah satu sarana budidaya tanaman pangan yang diandalkan masyarakat. Salah satunya melon sweet lavender yang dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cinde Wilis, Desa Pakisaji. Pada periode panen kali ini, greenhouse tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan 200 kilogram melon.
Komisaris BUMDes Cinde Wilis Juwari menyampaikan, melon tersebut ditanam sekitar awal April 2026 lalu. Saat ini sudah berusia 50 hari. “Nanti pada usia 60 hari, kami akan menguji kemanisan melonnya. Jika sudah layak, bisa dipanen. Jika masih belum, kami panen pada usia 74 hari,” ujarnya kemarin (26/6).
Baca Juga: Polinema dan Institut Asia Dampingi BUMDes Pulotondo Mulyo dalam Pengmas
Saat ini, sekitar 200 pohon di greenhouse itu memiliki berat beragam.
Mulai dari 700 gram hingga 1,2 kilogram. Ketika panen, bobotnya diperkirakan bisa bertambah. Masing-masing pohon bisa memiliki 12 buah. “Seharusnya bisa di upayakan sampai 1,5 hingga 2 kilogram per buahnya. Kami bakal terus belajar supaya produksinya semakin maksimal,” kata Juwari.
Salah satu kesalahannya yakni tidak mengganti media tanam dengan yang baru. Seharusnya, dia melanjutkan, saat memulai tanam bibit baru, tanah beserta campuran yang sudah pernah digunakan, diganti terlebih dahulu. Namun, perawatan tetap dilakukan sebaik mungkin. Supaya hasil panennya lebih maksimal.
Di antaranya, saat awal tanam, greenhouse sudah dipasang perangkap untuk mencegah serangan lalat buah. Kemudian, pihaknya juga mencampur air dengan pupuk KNO3 (kalium nitrat) untuk pembesaran melon. Air tersebut diberikan pada pagi hari dan sore. “Sekitar 23 jam setelah penyiraman, pupuk SOP (kalium sulfat) untuk meningkatkan kualitas buahnya. Seperti rasa, warna, ukuran, dan kemani sannya,” ucapnya.
Sementara itu, dibandingkan dengan melon biasa, melon sweet lavender bisa disebut melon premium. Sebab, tingkat kemanisannya pun berbeda. Hal tersebut dibuktikan saat tingkat kemanisan melon golden intanon yang diukur menggunakan brix refractometer. Jika melon biasa, tingkat kemanisannya 12 persen. Sedangkan melon sweet lavender bisa mencapai 14 persen.
Harga per kilogramnya sekitar Rp 30.000. Dia menyebut, biasanya keuntungan panen bisa mencapai Rp 5 juta. Dari penghasilan tersebut, sekitar Rp 1 juta dimanfaatkan untuk penanganan stunting di Desa Pakisaji. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho