PAGELARAN, RADAR MALANG – Sebuah dapur rumah milik warga di Dusun Ardirejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, hangus terbakar pada Selasa (30/6) siang. Kebakaran diduga dipicu bara api dari tungku kayu bakar yang belum padam sempurna setelah digunakan memasak.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.10 itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp45 juta.
Bara Tungku Diduga Masih Menyala
Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko menjelaskan, dapur yang terbakar merupakan milik Riyati, 60. Bangunan dapur berukuran sekitar 10 x 10 meter itu berada terpisah dari rumah utama sehingga api tidak sempat merembet ke bangunan induk.
Sebelum kejadian, Riyati diketahui memasak sayur lompong atau daun talas menggunakan tungku kayu bakar.
"Dia memasak pakai tungku kayu bakar. Setelah selesai, api memang dipadamkan, tetapi ternyata belum padam secara maksimal," ujar Andik.
Baca Juga: Siang dan Malam Kebakaran di Kabupaten Malang, Rp 22 Juta Melayang
Usai memasak, Riyati masuk ke rumah dan beristirahat di kamarnya. Tak lama kemudian, asap pekat dan kobaran api muncul dari arah dapur.
Warga Padamkan Api sebelum Damkar Tiba
Kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Suyono, yang langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar. Mendengar teriakan tersebut, warga berdatangan untuk memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Di saat bersamaan, laporan juga disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil Damkar dari Pos Kepanjen diberangkatkan sekitar pukul 11.25.
Saat petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.40, kobaran api telah berhasil dipadamkan warga.
"Waktu kami datang api sudah padam, akhirnya kami hanya melakukan pendinginan," kata Andik.
Baca Juga: Warga Gondanglegi Malang Padamkan Kebakaran tanpa Damkar
Proses pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 12.10 sebelum petugas kembali ke pos.
Damkar mengimbau masyarakat memastikan bara api dari tungku benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur, terutama saat menggunakan kayu bakar. Bara yang masih tersisa berpotensi kembali menyala dan memicu kebakaran apabila berada di dekat material yang mudah terbakar.
Editor : Aditya Novrian