Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perahu Sumberpucung-Pagak Masih Diminati Warga

Indah Mei Yunita • Minggu, 5 Juli 2026 | 14:32 WIB
TRANSPORTASI AIR: Warga naik perahu dari Waduk Kecopokan, Desa Senggreng menuju Pagak beberapa waktu lalu.
TRANSPORTASI AIR: Warga naik perahu dari Waduk Kecopokan, Desa Senggreng menuju Pagak beberapa waktu lalu.

SUMBERPUCUNG, RADAR MALANG - Transportasi jalur air masih diminati masyarakat Kabupaten Malang. Khususnya bagian selatan. Hal tersebut ditunjukkan dengan ramainya penumpang perahu dari Sumberpucung ke Pagak atau Kalipare yang berlabuh di Wisata Rajut Indah, Dusun Kecopokan, Desa Senggreng.

Sahid, salah satu nakhoda perahu mengatakan, setiap hari perahu selalu mengantar penumpang.

Baca Juga: Naik Perahu Antarpulau, Mantri Perempuan BRI Jaga Akses Perbankan hingga Wilayah Terpencil

Biasanya, perahu akan mengangkut sekitar 5-10 orang. Meskipun begitu, pihaknya tetap akan mengantar penumpang yang datang jika hanya ada satu atau dua orang.

“Kadang kebutuhan orang kan beda-beda. Kalau buru-buru harus kerja, ya, tetap saya antar walaupun sendirian,” ucap Sahid kemarin (5/7).

Seperti kemarin pagi, dia baru kembali mengantarkan orang dari Pagak ke Sumberpucung. Waktu tempuhnya jauh lebih singkat. Jika berkendara melalui jalur darat membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit tergantung kondisi lalu-lintas. Karena harus memutari waduk terlebih dahulu. Namun jika melalui jalur air bisa hanya delapan menit.

Baca Juga: Hidden Gem dan Hanya Bisa Diakses Pakai Perahu, Inilah Pantai Waru-Waru Permata Hijau di Selatan Kabupaten Malang

“Kalau memang benar-benar urgent, kecepatannya bisa ditambah. Jadi bisa sampai dalam waktu lima menit,” kata Sahid.

Penumpang biasanya berasal dari kalangan pelajar dan pekerja. Misalnya petani yang menggarap sawah di Sumberpucung. Mereka memilih menumpang perahu untuk memangkas jarak. Ongkosnya Rp 5.000 untuk sekali menyeberang.

“Walaupun membawa motor, tarifnya juga sama,” kata Sahid. Setiap hari, jika sedang ramai, bisa sampai ratusan penumpang. Namun dia tidak pernah menghitung jumlah penumpangnya.

Untuk diketahui, jalur transportasi air dengan moda perahu sudah ada sejak 1980 an. Dengan segala perkembangan transportasi darat, transportasi air itu masih diminati. Waktu tempuh lebih singkat dan harga terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Dia menyebut, di Wisata Kecopokan terdapat tiga perahu dengan kondisi yang masih memadai. Perawatan rutin dilakukan secara berkala. “Kerangka perahunya terbuat dari besi, sehingga awet. Paling kalau ada bocor sedikit bisa langsung kami lakukan pengelasan saja,” pungkasnya.(yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#Transportasi Jalur Air #Peminatan Warga #Wisata #perahu