KEPANJEN, RADAR MALANG – Tempat hiburan malam sering kali menjadi sarang prostitusi terselubung maupun perbuatan mesum. Namun dua kali patroli, Satpol PP Kabupaten Malang tak menemukan pelanggaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Malang Asri Wulandari mengatakan, prostitusi dan perbuatan mesum melibatkan anak-anak maupun dewasa. “Kami sudah lakukan dua kali patroli. Pertama di Lawang pada pertengahan Juni lalu, kemudian yang terakhir di Sumberpucung pada 27 Juni lalu,” kata Asri.
Sasarannya adalah tempat hiburan seperti karaoke dan hotel. Pada penindakan pertama di Lawang, tim gabungan menyisir sejumlah hotel dan karaoke. Tapi tidak ada hasil alias nihil pelanggaran. Termasuk untuk hal prostitusi. Begitu pula di Sumberpucung, yang menyasar kawasan karaoke sekaligus ekslokalisasi Suko di Desa Sumberpucung.
Seharusnya, dia melanjutkan, sebagai area bekas lokalisasi besar dengan praktik karaoke dengan pemandu lagu atau lady companion (LC), praktik prostitusi mudah terlihat dan ketahuan. Sayangnya hal tersebut tidak ditemui pada 10 wisma yang di sampling petugas.
”Waktu itu sedang sepi pengunjung. Kami menyambangi dan mewawancarai mbak-mbak LC di sana katanya sejak Covid-19 sudah sangat sepi,” sebut Asri.
Baca Juga: Rutin Patroli Bangunan Liar, Satpol PP Kota Malang Menemukan 25 Pelanggaran Setiap Hari
Pemeriksaan petugas menunjukkan bahwa 50 LC di sana berusia 20 tahun ke atas dan berasal dari Kabupaten Malang, Kediri, dan Lumajang. Personelnya sebenarnya sudah memeriksa kamar tidur milik perempuan penghibur tersebut.
“Kami tidak menemukan tanda-tanda adanya praktik prostitusi seperti pemakaian kondom,” ucap dia. Begitu pula saat menyambangi Losmen Mira di Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. ”Tidak ada indikasi perbuatan mesum di sana,” tambahnya.
Baca Juga: Patroli Sahur di Malang Disarankan Pakai Ember
Untuk diketahui, ada banyak tempat hiburan di Kabupaten Malang. Untuk karaoke terindikasi ada ratusan rumah bernyanyi yang menyediakan LC, sedangkan ekslokalisasi yang diduga masih beroperasi ada lima titik. Yakni Suko (Sumberpucung), Kalibiru (Kromengan), Girun (Gondanglegi), Embong Miring (Ngantang), dan Kalikudu (Pujon). ”Kami akan lakukan patroli secara rutin. Tapi untuk pekan ini kami belum jalan,” tandas Asri. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho