PAKIS – Bandara Abdulrachman Saleh kian sepi aktivitas penerbangan. Sempat melayani 10 penerbangan pulang pergi dalam sehari, kini berkurang empat sehingga tersisa enam penerbangan. Sepinya penumpang di bandara yang terletak di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis dirasakan sejak pandemi Covid-19.
Kepala UPT Pelayanan Jasa Kebandarudaraan (PJK) Abdulrachman Saleh Purwo Cahyo Widhiatmoko mengatakan, sampai sekarang hanya ada lima penerbangan pulang pergi Malang-Jakarta untuk hari biasa. Namun akhir pekan atau libur panjang menjadi enam penerbangan pulang pergi.
“Dulu pernah sampai 10 penerbangan dan sebelum Covid-19 rutenya beragam. Ada yang ke Bandung dan Denpasar,” terang dia.
Keenam penerbangan tersebut mengisi waktu mulai pagi dan sore hari. Purwo mengungkap, slot jadwal penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh masih lengang di siang. Malam juga bisa melayani penerbangan. Akan tetapi, slot waktu yang ada juga dibagi dengan TNI AU.
Okupansi per hari diestimasikan sampai seribu penumpang datang dan pergi. Perkiraan 50 sampai 70 persen kapasitas pesawat pada hari biasa, namun penuh pada akhir pekan.
Pengembangan rute terakhir, pada 2025 dari Malang ke Lombok tidak berjalan dengan baik. Itu karena ramai hanya saat pembukaan 15 Desember 2025 lalu, tapi kian sepi sampai ditutup pada pertengahan Januari 2026.
Purwo mengatakan, alternatif usulan rute sebenarnya bisa dilakukan oleh Pemda setempat. Namun sampai sekarang tidak ada usulan lagi. Pihaknya mengharapkan agar rute Malang ke Denpasar atau Yogyakarta bisa dibuka lagi. Tujuannya agar konektivitas wisata antar tiga daerah terbangun.
“Dulu Denpasar pernah buka (rute penerbangan) dan okupansinya bagus sekali. Kalau Yogyakarta ini belum pernah dan seandainya gagal bisa dipotong rute Denpasar,” terang Purwo. Namun, dia mengatakan, belum ada maskapai yang berminat membuka. (biy/dan)
Editor : Mahmudan