Update Kekeringan: Inilah Daftar 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan  

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:24 WIB
Tandon distribusi air bersih siaga di kantor BPBD Kabupaten Malang
Tandon distribusi air bersih siaga di kantor BPBD Kabupaten Malang

 

KEPANJEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap, 13 desa rawan kekeringan. Lokasinya menyebar di enam kecamatan. Yakni Sumbermanjing Wetan, Bantur, Pagak, Gedangan, Kalipare, dan Donomulyo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, terungkapnya belasan desa rawan kekeringan diketahui dari hasil asesmen. Keputusan melakukan asesmen karena sudah berlaku siaga kekeringan sejak 15 Juni lalu.

”Berlaku selama 108 hari, sampai 30 September depan,” terang dia.

Sadono kemudian merinci desa-desa mana saja. Di Sumbermanjing Wetan terdapat empat desa rawan kekeringan. Yaitu Sumberagung, Sitiarjo, Harjokuncaran, dan Kedungbanteng. Lalu di Kecamatan Donomulyo ada tiga desa, yakni Sumberoto, Mentaraman, dan Tulungrejo.

Kemudian di Kecamatan Pagak tercatat dua desa, yaitu Pagak dan Sumberejo. Di Kecamatan Gedangan ada di Desa Gajahrejo. Kalipare ada dua desa, yakni Putukrejo dan Sukowilangun. Sementara desa rawan kekeringan di Bantur hanya Bandungrejo.

Kondisi belasan desa rawan kekeringan tersebut beragam. Ada yang rawan sedang, ada pula yang rawan tinggi.

“Untuk kategori rawan kekeringan tingkat tinggi ada delapan desa. Yaitu Desa Sumberagung dan Kedungbanteng di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, lalu Putukrejo dan Sukowilangun di Kecamatan Kalipare. Serta Bandungrejo di Kecamatan Bantur. Dan tiga desa di Kecamatan Donomulyo. Yaitu Desa Sumberoto, Mentaraman, dan Tulungrejo,” terangnya.

Indikasi kekeringan muncul dari debit air menyusut. Di desa Sumbergabung misalnya, debit air menyusut 30 persen.

”Itu hanya cukup untuk kebutuhan di luar mencuci baju. Saya sudah berpesan agar mereka lebih hemat air,” tandas Sadono.

Dalam penanganan bencana kekeringan atau kesulitan air bersih warga, pihaknya mengirimkan air bersih disertai tandon penampungan air. Terdata per kemarin (26/7), sudah ada 4 tandon ukuran 5 ribu liter, 5 unit tandon ukuran 1.200 liter, dan 3 truk tangki yang disiagakan. Peralatan tersebut akan dikirimkan setelah warga membutuhkan.(biy/dan)

 

Editor : Mahmudan
Malang kekeringan kekeringan krisis air bersih