Batang Pohon Diduga Pernah Dibakar Sebelum Tumbang, BPBD Telusuri Penyebab Insiden yang Lukai Sembilan Orang di Kendalpayak Pakisaji

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Personel BPBD Kabupaten Malang mengevakuasi bangkai pohon yang tumbang di Kendalpayak, Pakisaji, Sabtu (1/8). (Dokumen BPBD Kabupaten Malang)
Personel BPBD Kabupaten Malang mengevakuasi bangkai pohon yang tumbang di Kendalpayak, Pakisaji, Sabtu (1/8). (Dokumen BPBD Kabupaten Malang)

PAKISAJI, RADAR MALANG – BPBD Kabupaten Malang menemukan indikasi batang pohon mauni yang tumbang di Jalan Watudakon, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Sabtu petang (1/8), pernah mengalami pembakaran. Temuan awal tersebut kini ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan penyebab robohnya pohon raksasa yang mengakibatkan sembilan orang terluka dan merusak sejumlah kendaraan.

Pendataan dampak kejadian juga masih berlangsung. Selain korban luka, BPBD mencatat adanya kerusakan pada kendaraan dan fasilitas umum akibat tertimpa batang maupun ranting pohon berukuran besar tersebut.

Indikasi Pembakaran Masih Didalami

BPBD Kabupaten Malang masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan apakah kondisi batang yang terbakar memiliki keterkaitan langsung dengan insiden pohon tumbang di Pakisaji.

Baca Juga: Debit Air Beberapa Desa di Malang Mulai Susut, BPBD Mewaspadai Tanda-Tanda Masuk Kekeringan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, indikasi pembakaran ditemukan saat petugas melakukan asesmen di lokasi kejadian.

"Dari hasil asesmen sementara memang ditemukan indikasi batang pohon pernah terbakar. Namun, penyebab pastinya masih kami dalami bersama pihak terkait," ujarnya.

Pohon mauni setinggi sekitar 20–25 meter dengan diameter mencapai 3–4 meter itu tumbang sekitar pukul 18.30 WIB. Batang pohon melintang di badan Jalan Watudakon dan menimpa pengguna jalan yang sedang melintas.

Sembilan Korban dan Empat Kendaraan Terdampak

Insiden pohon tumbang di Desa Kendalpayak menyebabkan sembilan orang mengalami luka ringan hingga sedang. Para korban menjalani perawatan di RSSA Malang dan RSU Ben Mari Pakisaji.

Baca Juga: Jadi Perangkat Daerah dengan Anggaran Terendah, BPBD Kota Malang Hanya Dibekali Rp 11,8 M untuk Mitigasi dan Penanganan Bencana

Selain korban luka, tiga sepeda motor matik dan satu mobil mengalami kerusakan. Sebuah tiang papan penunjuk minimarket juga rusak akibat tertimpa ranting pohon.

BPBD menerima laporan kejadian pada pukul 18.32 WIB. Tim Reaksi Cepat kemudian diberangkatkan sekitar 15 menit setelah laporan diterima untuk melakukan penanganan bersama sejumlah unsur terkait.

"Penanganan selesai sekitar pukul 20.05 WIB. Saat ini arus lalu lintas sudah kembali normal, sedangkan pendataan kerugian material masih berlangsung," kata Sadono.

Evakuasi melibatkan BPBD Kabupaten Malang, Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Forkopimcam Pakisaji, Polsek Pakisaji, PMI Kabupaten Malang, PSC Kabupaten dan Kota Malang, perangkat desa, relawan, hingga masyarakat sekitar.

Inventarisasi Pohon Rawan Tumbang

Pasca-kejadian, BPBD Kabupaten Malang akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengidentifikasi pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga: Ini Penyebab Singosari Masih Diterjang Pohon Tumbang di Musim Kemarau

Masyarakat juga diimbau segera melapor apabila menemukan pohon yang mengalami pelapukan, kerusakan batang, atau kondisi lain yang berpotensi memicu pohon tumbang. Langkah mitigasi dini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa, terutama saat cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang.

Editor : Aditya Novrian
pohon tumbang Pakisaji pohon mauni Jalan Watudakon Desa Kendalpayak BPBD Kabupaten Malang