Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Edukasi Peternak Desa Rejoyoso Manfaatkan Maggot sebagai Pakan Alternatif Unggas

Hanif Pratama • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:41 WIB
Mahasiswa Kelompok 15 MMD Universitas Brawijaya bersama perangkat Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. (Foto: Hanif/Radar Malang)
Mahasiswa Kelompok 15 MMD Universitas Brawijaya bersama perangkat Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. (Foto: Hanif/Radar Malang)

MALANG, RADAR MALANG – Mahasiswa Mengabdi Desa (MMD) Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Kelompok 15 memberikan edukasi kepada peternak ayam petelur di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mengenai pemanfaatan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif unggas. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja (proker) dalam rangkaian Mahasiswa Membangun Desa 2026 yang mengusung tema “Mahasiswa Berkarya, Desa Berdaya”.

Program edukasi ini digagas oleh Syauqi Amrullah Ismail, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Inggris Universitas Brawijaya, yang menjalani program MMD di Desa Rejoyoso. Dalam kegiatannya, Syauqi berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan Zainal, salah satu peternak ayam petelur di desa tersebut, guna memperkenalkan potensi maggot sebagai solusi pakan yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Dalam diskusi tersebut, Syauqi memaparkan tiga manfaat utama maggot bagi peternak unggas. Pertama, maggot mampu mengurai sampah organik sisa makanan rumah tangga sehingga turut membantu mengurangi timbunan sampah di lingkungan sekitar. Kedua, maggot memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat baik dijadikan sumber pakan bagi unggas seperti ayam petelur. Ketiga, dari sisi ekonomi, penggunaan maggot sebagai pakan alternatif dinilai lebih hemat biaya dibandingkan pakan pabrikan, sehingga dapat menekan pengeluaran operasional peternakan.

Selain memaparkan manfaat, Syauqi juga menjelaskan secara rinci tahapan budidaya maggot, mulai dari siklus hidupnya sebagai lalat BSF, proses peneluran, hingga fase larva yang siap dipanen dan diberikan kepada ternak. Penjelasan ini bertujuan agar peternak dapat memahami dan mempraktikkan sendiri proses budidaya maggot secara mandiri di lingkungan peternakannya.

Syauqi Amrullah Ismail memberikan pakan maggot langsung kepada ayam petelur milik warga. (Foto: Hanif/Radar Malang)
Syauqi Amrullah Ismail memberikan pakan maggot langsung kepada ayam petelur milik warga. (Foto: Hanif/Radar Malang)

Kegiatan edukasi ini disambut baik oleh Zainal maupun warga sekitar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dengan adanya program ini, diharapkan peternak di Desa Rejoyoso dapat mengadopsi metode budidaya maggot sebagai solusi pakan alternatif yang berkelanjutan, sekaligus membantu mengelola sampah organik rumah tangga secara lebih produktif.

Program kerja ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2026 Universitas Brawijaya yang dilaksanakan di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Melalui program-program pengabdian semacam ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
MMMD UB 2026 Pakan Alternatif universitas brawijaya Kabupaten Malang malang