Ancaman Kemarau Panjang, DTPHP Malang Siagakan 174 PPL 

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 17:08 WIB
WASPADA: Sejumlah program mitigasi, mulai dari optimalisasi pompa air hingga pengerahan 174 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) disiapkan.
WASPADA: Sejumlah program mitigasi, mulai dari optimalisasi pompa air hingga pengerahan 174 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) disiapkan.

MALANG KABUPATEN, RADAR MALANG - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang mengambil langkah preventif dalam menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan akan berlangsung hingga November mendatang. Sejumlah program mitigasi, mulai dari optimalisasi pompa air hingga pengerahan 174 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), disiapkan untuk mengamankan sektor pertanian di 33 Kecamatan. 

Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Mursidin Purwanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengimbau para petani melalui PPL untuk memaksimalkan infrastruktur irigasi yang ada. “Langkah preventif ini untuk mengatasi kemarau panjang sehingga produksi tanaman di Kabupaten Malang terjaga” ujarnya.

DTPHP menyediakan 28 unit Irigasi Perpompaan (Irpom) yang siap dioperasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air petani. Selain itu, DTPHP juga menyiapkan irigasi perpipaan, embung, serta perbaikan jaringan irigasi yang tersebar dihampir seluruh daerah persawahan dan perkebunan di Malang. 

Langkah antisipasi ini disiapkan mulai awal musim kemarau yakni bulan April lalu guna mengantisipasi kemarau panjang. DTPHP mendorong agar kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) selalu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terkait pengaturan distribusi air.

Ia menghimbau apabila terjadi kekeringan atau permasalahan terkait irigasi diharapkan segera melaporkan ke Dinas PU SDA dan DTPHP agar tanaman tidak mati akibat kekeringan. “Koordinasi lintas sektoral ini penting mengingat pengelolaan dan pengaturan teknis terkait HIPPA serta jaringan air utama berada di bawah kewenangan PU SDA.” tambah Mursidin

Hal tersebut berbuah manis tercatat belum ada laporan mengenai kekeringan di Kabupaten Malang. Mengingat prediksi kemarau panjang ini sudah disampaikan BMKG melalui website dan media sosial resminya. 

Kendati demikian, para petani diminta untuk tetap waspada, khususnya di beberapa desa di Kecamatan Kepanjen.  "Sampai saat ini belum ada (laporan kekeringan), namun perlu diwaspadai Kecamatan Kepanjen, khususnya Desa Mangunrejo, Tegalsari, dan Sengguruh. Ini karena adanya proyek perbaikan atau pemeliharaan Sungai Molek," terangnya. (ram)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Pertanian Kemarau malang irigasi