PONCOKUSUMO, RADAR MALANG - Pasca operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kawasan Bromo, pemulihan pun harus dilakukan. Bupati Malang HM Sanusi mengadakan peninjauan pada Sabtu (17/8) lalu. Kurang lebih seluas 899 hektare yang harus dipulihkan.
Seperti diberitakan, karhutla dimulai pada 3 Agustus lalu dengan titik awal bukit Jantur atau Bantengan yang masuk Kabupaten Probolinggo. Kobaran api merambat cepat hingga menjalar ke wilayah Kabupaten Malang pada 5 Agustus 2026. Perkiraan luas lahan hutan yang terbakar saat ini total sekitar 1.120,3 hektarr dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar. "Sedangkan di Kabupaten Malang sendiri diperkirakan kawasan yang terdampak total sekitar 30 hektar," kata Sanusi dalam peninjauan di kawasan dekat Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo Sabtu (17/8) lalu.
Api resmi padam pada Jumat (16/8) lalu, dengan titik api terakhir di sekitar Seruni, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, Pakis Bincil yang masuk wilayah Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Tapi karena masih terlihat asap putih, jadi masih terus dalam pemantauan.
Sanusi mengatakan, bahwa setelah semua upaya pemadaman dan pemantauan selesai, Pemkab Malang pun tetap siaga dan melakukan pemantauan secara intentif.
Selain itu, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga masih melakukan penutupan semua pintu masuk kawasan wisata Bromo. Meliputi pintu masuk Cemorolawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), lalu Pos Jemplang dan coban Trisula (Kabupaten Malang), serta Senduro (Lumajang). "Apabila kondisi sudah benar-benar dinyatakan aman, Balai Besar TNBTS akan segera membuka kembali kawasan Bromo. Kami juga memberikan imbauan kepada semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” imbuh Sanusi.
Sekarang, pihak TNBTS tinggal berfokus pada pemulihan kawasan tersebut. "Yaitu dengan pendinginan (mop up), dan pemulihan ekosistem seluas kurang lebih 899 hektar yang terdampak," ujar dia.
Penulis: Biyan Mudzaky Hanindito
Sumber : Radar Malang