MALANG, RADAR MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) FBD Kelompok 53 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menginisiasi program inovatif bertajuk CERIA (Cerdas, Ekspresif, Riang, Inspiratif, dan Aktif) yang berfokus pada penguatan dukungan emosional serta peningkatan kualitas sosial anak-anak desa di SDN 1 Purwodadi, Jalan Raya Tambakrejo, Desa Purwodadi, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, serta memupuk kepekaan sosial sejak dini.
Program ini dilaksanakan dalam tiga sesi, yakni Senin (13/7), Kamis (16/7), dan Rabu (22/7). Melalui pendekatan interaktif dan pendampingan yang hangat, para mahasiswa mengajak anak-anak mengikuti serangkaian aktivitas edukatif dan rekreatif di dalam kelas. Pada sesi Kamis (16/7), suasana kebersamaan kian terasa kental saat anak-anak yang mengenakan pakaian lurik tradisional tampak antusias berinteraksi, berdiskusi, dan berbagi cerita secara terbuka dengan tim KKN.
Program CERIA menekankan pentingnya kesehatan mental dan emosional anak di lingkungan pedesaan. Dukungan emosional yang terarah dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter yang tangguh, kemampuan berkomunikasi yang baik, serta keharmonisan hubungan sosial antar-teman sebaya.
Baca Juga: Mahasiswa KKN FIA UB Edukasi Anti-Bullying melalui Fun Learning Booth di SDN Sisir 05 Batu
Tak hanya berfokus pada ekspresi diri, mahasiswa KKN FBD Kelompok 53 juga membekali para siswa dengan presentasi materi penting mengenai pencegahan perundungan (anti-bullying) serta pengenalan area privasi tubuh (body safety). Melalui penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, anak-anak diajarkan batasan sentuhan yang aman, cara melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.
Sebagai output utama kegiatan, mahasiswa bersama seluruh siswa menciptakan karya kolaboratif bertajuk "Pohon Harapan". Pada media kreatif ini, setiap anak diajak menuliskan impian, cita-cita, serta pesan-pesan positif pada selembar kertas hias yang kemudian ditempelkan secara bersama-sama hingga membentuk pohon rimbun penuh harapan. Berbeda dengan Pohon Harapan biasa yang hanya menulis cita-cita, konsep yang digunakan sekelompok KKN ini memakai proses tumbuh dari bawah, yakni akar ke daun. Anak-anak juga diedukasi bahwa untuk mencapai cita-cita yang tinggi mereka harus mulai dari akar atau dasar (usaha dan modal awal) dengan filosofi tidak kelihatan tapi paling penting, lalu dilanjutkan dengan batang atau penyokong (kebiasaan dan sikap baik) dengan filosofi penopang supaya cita-cita tidak gampang goyah, dan terakhir daun serta buah atau hasil (cita-cita dan harapan).
Baca Juga: Mahasiswa MMD UB Kenalkan Akuaponik kepada Siswa SDI sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan
Karya Pohon Harapan tersebut tidak hanya menjadi simbol motivasi pribadi, tetapi juga sarana untuk saling mengapresiasi dan mendukung impian sesama teman. Mahasiswa KKN berharap nilai-nilai positif dari program CERIA ini terus berlanjut dan membawa dampak jangka panjang bagi perkembangan sosial-emosional anak-anak desa.
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang