MALANG, RADAR MALANG — Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan formal. Di Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, semangat pengabdian justru dirayakan melalui panggung kesenian. Kelompok KKN FBD 53 FISIP Universitas Brawijaya menghadirkan Semarak Kreasi pada Jumat (25/7), sebuah kegiatan yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan, menikmati, sekaligus merayakan kesenian dan kreativitas lokal.
Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara yang melibatkan berbagai kalangan, khususnya anak-anak sekolah dasar. Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme adalah lomba antar-SD yang diikuti tiga sekolah, yakni SDN 1 Purwodadi, SDN 2 Purwodadi, dan SDN 4 Purwodadi, terdiri dari lomba menyanyi, fashion show, dan tari. Anak-anak dari ketiga sekolah tersebut berkesempatan menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan masyarakat. Tidak hanya menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk tampil percaya diri sekaligus memperkenalkan potensi seni sejak usia dini.
Semarak Kreasi kemudian semakin meriah dengan penampilan kesenian tradisional dari masyarakat setempat. Jaranan Turonggo Mulyo Budoyo hadir membawa pertunjukan jaranan yang menjadi salah satu kesenian yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, Bantengan Satrio Purwo Suro turut menampilkan kesenian bantengan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal. Kehadiran kedua kelompok kesenian tersebut menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang untuk tampil dan diapresiasi oleh masyarakat.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang dan memenuhi lokasi kegiatan. Warga tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga menunjukkan kegembiraan dan menikmati setiap rangkaian acara yang disajikan. Suasana tersebut memperlihatkan bahwa kesenian dapat menjadi titik temu bagi masyarakat untuk mempertemukan anak-anak, pelaku seni, keluarga, dan warga dalam satu ruang yang sama.
Bagi kelompok KKN FBD 53 FISIP UB, Semarak Kreasi tidak sekadar menjadi program kerja, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pengabdian di Desa Purwodadi. Setelah menjalani berbagai kegiatan bersama masyarakat, panggung kesenian ini menjadi salah satu cara untuk meninggalkan kesan sekaligus mengapresiasi potensi budaya yang telah tumbuh di desa.
Lebih dari sekadar acara penutup, Semarak Kreasi menunjukkan bahwa pengabdian dapat hadir dengan cara yang menyenangkan: memberi ruang bagi anak-anak untuk berkarya, memberi panggung bagi pelaku kesenian lokal, dan menghadirkan hiburan yang dinikmati bersama oleh masyarakat. Dari panggung inilah, pengabdian tidak berhenti ketika mahasiswa KKN meninggalkan desa, tetapi diharapkan meninggalkan jejak berupa apresiasi terhadap kesenian dan semangat untuk terus merawat budaya lokal.
Baca Juga: Mahasiswa MMD UB Kenalkan Akuaponik kepada Siswa SDI sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan
Pada akhirnya, Semarak Kreasi menjadi pertemuan antara pengabdian dan kebudayaan. Sebuah panggung yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan kesenian masyarakat, sekaligus menjadi penutup perjalanan KKN FBD 53 FISIP UB di Desa Purwodadi. Dari pengabdian, lahirlah panggung; dari panggung, tumbuh kebersamaan; dan dari kebersamaan, kesenian lokal kembali mendapatkan ruang untuk terus hidup.
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang