Krisis Armada, Damkar Kabupaten Malang Ajukan Dana Rp 1 Miliar untuk Pembelian Dua Mobil

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:00 WIB

 

PERLU DITAMBAH - Satu unit mobil pemadam kebakaran memasuki pos Damkar Kepanjen. Jumlah armada perlu ditambah agar pelayanan pada masyarakat bisa lebih baik.
PERLU DITAMBAH - Satu unit mobil pemadam kebakaran memasuki pos Damkar Kepanjen. Jumlah armada perlu ditambah agar pelayanan pada masyarakat bisa lebih baik.

 

KEPANJEN – Satpol PP Kabupaten Malang berencana menambah armada pemadam kebakaran. Pengadaan dua mobil, masing-masing berfungsi sebagai pemadam dan penyelamat tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 1 miliar. Anggarannya akan diajukan dalam APBD 2027.

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang Indra Gunawan mengatakan, kondisi eksisting di Damkar Kabupaten Malang hanya memiliki 10 armada pemadam dan 3 mobil rescue. Satu unit pemadam di pos Damkar Pujon, 1 pemadam dan rescue di pos Singosari, serta 3 mobil pemadam plus 1 rescue di pos Damkar Kepanjen.

“Sisanya diparkir di Mako Damkar di Pendapa Agung, dua unit sedang dalam perbaikan,” terang dia.

Tahun ini, pihaknya mengajukan anggaran untuk membeli satu unit mobil pemadam dengan spesifikasi Mitsubishi Canter atau yang setara. Serta satu mobil penyelamat yang memiliki spesifikasi setara dengan Toyota Kijang atau Isuzu Panther.

Untuk mobil penyelamat, pihaknya hanya membidik mobil biasa, nantinya akan dimodifikasi sesuai kebutuhan.

Keseluruhannya diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 1 miliar. Akan tetapi, untuk tahun ini belum dapat terealisasi.

“Pada KUA-PPAS beberapa waktu lalu kami coba usulkan, tapi ditolak. Lalu ke PAK APBD tahun ini juga tidak bisa,” katanya.

”Kami masih mengupayakan untuk pengajuan lagi pada APBD 2027,” kata Indra. Alasan ditolaknya adalah tidak tersedia anggaran yang cukup untuk melakukan pembelian.

Mantan Camat Pujon itu mengatakan, penambahan unit pemadam dan rescue dinilai sangat penting. Sebab, jumlah kejadian kebakaran makin hari makin banyak. Terlebih ketika musim kemarau, lanjutnya, di mana potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sering terjadi sewaktu-waktu.

Ia mencontohkan beberapa kecamatan dengan kejadian kebakaran tertinggi selama Januari sampai Agustus ini.

“Poncokusumo ini tertinggi dengan 24 kejadian, lalu disusul Bululawang 18 kasus,  Gondanglegi dan Tajinan 12 kebakaran, serta Pagelaran 11,” papar Indra.

Selain itu, dia mengatakan, respond time atau standar minimal pelayanan 15 menit harus sampai lokasi masih menjadi kendala. Pasalnya, dengan empat pos yang sudah tersedia belum dapat sepenuhnya menjangkau wilayah yang jauh.

“Rencana mau membuat pos di Wajak. Kalau pun terealisasi dan ada kebakaran di Poncokusumo, itu masih sangat jauh,” ujar dia.

Belum lagi saat ada kebakaran besar, bisa membuat lebih dari 3 unit mobil pemadam meluncur. Dengan adanya unit baru, diharapkan dapat mengatasi masalah kekurangan armada.

“Kalau di APBD 2027 tetap ditolak, mau tidak mau kami mencari dana hibah dari damkar wilayah lain. Alternatif lainnya ya menggunakan dana CSR perusahaan,” tandasnya.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
Krisis mobil damkar Tambah dana mobil damkar damkar malang