Pengamen Cianjur Ditemukan Meninggal di Kepanjen

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:22 WIB
TAK BERNYAWA: Anggota Polsek Kepanjen bersama tim Inafis Polres Malang mengevakuasi jenazah korban di kamar kos, Kepanjen, Kamis lalu (27/8)
TAK BERNYAWA: Anggota Polsek Kepanjen bersama tim Inafis Polres Malang mengevakuasi jenazah korban di kamar kos, Kepanjen, Kamis lalu (27/8)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Seorang pengamen asal Cianjur, Jawa Barat ditemukan meninggal di kamar kosnya, Kepanjen, Kamis lalu (27/8). Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pengamen berinisial LA, 56.

Jenazah korban kali pertama ditemukan oleh pemilik kos, Niko Handoyo. Sehari sebelumnya, Niko mengaku berkomunikasi dengan korban. Saat itu korban mengaku sakit pada bagian perut.

Baca Juga: DKI Jakarta akan Tertibkan Pengamen hingga Manusia Silver di Bulan Ramadan Nanti

Keesokan harinya, Niko melihat kondisi korban sudah membaik. Korban sempat mandi dan mencuci pakaian. Kemudian sekitar pukul 10.00, Niko juga sempat memberi korban makanan. Dua jam kemudian, Niko tidak melihat korban keluar kamar. Khawatir terjadi sesuatu, Niko lantas mengecek kondisi korban di kamar.

”Ketika saya tengok sekitar pukul 12.00, sehabis salat duhur, ternyata orangnya sudah meninggal dunia,” kata Niko kemarin.

Menyadari korban sudah tidak bernyawa, Niko menghubungi aparat kepolisian. Sekitar pukul 15.00, personel Polsek Kepanjen bersama Tim Inafis Polres Malang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah korban dievakuasi oleh petugas bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang, relawan, perangkat kelurahan Kepanjen, dan warga sekitar. Jenazah korban dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk menjalani pemeriksaan visum.

Baca Juga: Kisah Viral Sheptie Handayani Pengamen Cantik Blok M

Mengenai penyebab kematian korban, Niko mengaku tidak mengetahui. Semasa hidup, korban pernah mengaku memiliki riwayat penyakit asam urat dan beberapa kali mengeluhkan sakit serta kram pada bagian kaki.

Korban baru sekitar dua minggu tinggal di kos tersebut. Dari enam kamar yang tersedia, terdapat empat yang sudah berpenghuni. LA menempati salah satu kamar seorang diri. Selama berada di Kepanjen, korban bekerja sebagai pengamen keliling di sekitar wilayah tersebut. "Kebanyakan jadi pengamen keliling di sekitar area Kepanjen," ujar Niko. Keluarga korban telah dihubungi. Dinsos juga melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan keluarga terkait proses selanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kepanjen Kompol Subijanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak mengarah pada kasus pembunuhan. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Subijanto.(ram/dan)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Dinsos meninggal pengamen tkp