
Wajah baru kepengurusan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Malang membawa komitmen kuat untuk makin terbuka dan profesional. Di bawah kepemimpinan Ketua anyar H. Mulyono, lembaga ini menegaskan kesiapannya untuk senantiasa melayani seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait tata kelola perwakafan.
"Organisasi BWI sejatinya mengandalkan program-program strategis yang sudah berjalan, namun kini terus ditransformasikan agar makin berdampak. Jika program verifikasi lapangan (verlap) telah bergulir sejak periode sebelumnya, maka di era kepengurusan baru ini ada aturan ketat yang ditambahkan. Seluruh jajaran diwajibkan untuk turun melakukan kunjungan langsung serta melapor secara tatap muka guna memastikan akuntabilitas di lapangan."

Senada dengan hal tersebut, Anggota Dewan Pertimbangan BWI Kabupaten Malang, Drs. KH. Misno Fadlol Hija, "kesalahpahaman umum masyarakat yang kerap mengidentikkan wakaf sebatas aset tanah saja. Padahal, cakupan wakaf jauh lebih luas, mencakup benda bergerak seperti kendaraan bermotor, hingga wakaf uang atau dana tunai yang dikumpulkan dari banyak orang untuk dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat."
Minimnya pemahaman publik inilah yang memicu BWI Kabupaten Malang untuk terus menggenjot program edukasi dan pelayanan. Saban tahun, program kerja BWI ditingkatkan secara signifikan demi mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Salah satu program prioritas yang kini digenjot adalah sosialisasi dan edukasi langsung kepada para *nadzir*—yakni pihak atau lembaga yang menerima serta bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai amanat. Melalui pendampingan tatap muka ini, BWI memastikan para *nadzir* memiliki pemahaman mendalam serta kualitas yang mumpuni dalam menjalankan tugas mulianya.
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang