Jembatan Termangu di Kabupaten Malang Goyang, Warga Patungan untuk Memasang Pilar

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 14:13 WIB

 

Pengendara melintasi Jembatan Garuda Termangu yang menghubungkan Desa Ternyang dengan Mangunrejo kemarin (2/9). (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)
Pengendara melintasi Jembatan Garuda Termangu yang menghubungkan Desa Ternyang dengan Mangunrejo kemarin (2/9). (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)

 

SUMBERPUCUNG – Sejak beroperasi delapan bulan lalu, keluhan warga mengenai jembatan Ternyang-Mangunrejo (Termangu) yang goyang belum ditangani. Oleh karena itu, warga patungan memasang pilar untuk menstabilkan, sehingga jembatan gantung itu tidak bergoyang ketika dilintasi.

Seperti diberitakan, jembatan sepanjang 143 meter dengan lebar 1,2 meter itu dibangun sejak 23 Desember 2025 lalu. Pengerjaan rampung pada 24 Januari lalu. Jembatan tersebut masuk program seribu jembatan garuda se Indonesia.

Kades Ternyang Didik Santoso mengatakan, bahwa sejak awal dibuka, sejumlah warganya mengeluhkan konstruksi jembatan gantung tersebut.

“Kalau dilewati orang maupun motor, jembatannya sangat goyang,” terang dia.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu ada dua motor berpapasan dan hampir jatuh ke sungai.

“Itu sebenarnya mereka juga melanggar karena seharusnya satu kendaraan dari satu arah. Tapi untungnya tidak sampai jatuh karena ada pagar besi itu,” imbuh Didik.

Khawatir membahayakan, akhirnya warga Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung mengambil langkah pencegahan. Didik menyebut, sejumlah warga ditambah donatur mengumpulkan dana untuk membuat pilar tambahan. Ada lima pilar besi yang dibangun warga. Empat di sisi Ternyang, satu di sisi Mangunrejo.

Pada konstruksi aslinya, dia mengatakan, jembatan itu murni gantung alias bergantung pada kabel baja di ujung jembatan. Tanpa ada pilar besi di bawahnya. Karena itulah, apabila kena angin atau dilewati orang dan kendaraan, jembatan tersebut bergoyang.

“Pembangunannya dimulai dua pekan lalu. Kebetulan sungai sedang surut jadi bisa dibuat menggali fondasi pilar. Pembangunan menghabiskan biaya Rp 100 juta, dari sebagian warga kami, juga beberapa donatur,” ucap Didik.

Selain diberi pilar, pihaknya berencana menambahkan papan besi untuk lantai jembatan. Hal itu mengantisipasi lantai kayu yang rusak di kemudian hari. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
Jembatan Malang bangun jembatan jembatan Garuda