KABUPATEN, RADAR MALANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Buthak mulai Jum'at lalu (4/9). Lokasinya hampir sama dengan kebakaran Selasa lalu (1/9) di kawasan Pujon Selatan, Kabupaten Malang.
Diduga, titik api yang masih tersisa kembali menyala setelah tertiup angin kencang. ”Iya, titik api kembali muncul di area Pos 3 sampai Pos 4. Tidak jauh dari munculnya titik api pada Selasa lalu. Masuknya di kawasan Pujon Selatan, Kabupaten Malang,” terang Ketua Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan (LMDH) Pesanggrahan Ahmad Syaifudin.
Sebagai informasi, pada Selasa lalu kebakaran terjadi di Petak 100. Saat itu kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00. Menyikapi kebakaran yang terjadi, para petugas gabungan langsung terjun melakukan pemadaman. Mulai dari Perhutani, BPBD, masyarakat, relawan, SAR, hingga kepolisian.
”Semua hadir untuk melakukan pemadaman. Pemadaman masih manual menggunakan alat gebyok,” sambung Ahmad. Api akhirnya bisa dipadamkan pukul 16.17. Jika ditotal, area yang terbakar saat itu mencapai 15 hektare. Namun, api ternyata kembali muncul Jumat.
Karena titik api sudah membesar, ditambah dengan angin kencang, penanganan lewat darat menjadi terbatas. Pihaknya berharap ada bantuan water bombing dari pemerintah. ”Api mulai mengarah ke Kawinajang dan Puncak Buthak,” beber Ahmad.
Sebagai antisipasi pasca-kebakaran, pengelola menutup tiga jalur pendakian untuk sementara waktu. Meliputi jalur pendakian Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong. Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Terpisah, Administratur Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Malang Kelik Djarmiko menyatakan bahwa pemadaman secara manual dihentikan pukul 15.00. Itu karena kondisi api yang kian membesar.
”Situasi tidak memungkinkan jika dipadamkan manual dan berpotensi membahayakan tim pemadam,” kata Kelik. Kini petugas melakukan pemetaan untuk penanganan lebih lanjut. Penanganan lebih lanjut dilakukan bersama BPBD Kabupaten Malang dan BPBD Jawa Timur, kemarin (5/9).
Bantuan water bombing sudah tersedia sejak pukul 07.30. ”Water bombing dimulai dari pos 3 menuju pos 4,” tambah Kelik. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memetakan luas area yang terdampak kebakaran. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra