PAGAK-Kekeringan meluas. Dua desa yang sebelumnya aman-aman saja, kini mulai mengalami krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap dua desa terbaru yang dilanda kekeringan. Yakni Desa Pagak di Kecamatan Pagak dan Desa Putukrejo di Kecamatan Kalipare.
“Desa Pagak yang terdampak di Dusun Tempur, sedangkan di Kalipare adalah Dusun Alas Teledek, lalu Krajan 1, 2, dan 3,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Hal itu diketahui setelah Rabu lalu (9/9) dan kemarin (10/9) melakukan asesmen. Tujuannya untuk memastikan berapa orang yang terdampak, sekaligus tandon yang tersedia di desa tersebut.
”Hasilnya, wilayah Kalipare lah yang paling banyak terdampak. Sebab pada hari kedua itu ada tambahan titik dari desa, yang sebelumnya belum masuk dalam (daftar desa kekeringan),” imbuh dia.
Di Dusun Alas Teledek misalnya, tiga RT yang kesulitan mendapatkan air bersih. Lalu 5 RT di Dusun Krajan 1, 4 di Krajan 2, dan 3. Kekeringan di Desa Putukrejo menyulitkan 509 kepala keluarga (KK) atau 1.235 jiwa.
”Kemudian di Pagak ada empat RT dengan 129 KK atau 516 jiwa yang kekurangan air,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Sadono menambahkan, dalam asesmen tersebut didapati sejumlah catatan. Terutama di Putukrejo.
“Di Dusun Krajan 3 wilayah RT 16 RW 3, ada tandon 4000 liter milik Badan Giologi yang bisa dipergunakan warga. Lalu warga berupaya ambil air dengan menggali sungai dengan kedalaman 8 meter yang akan dibuatkan tandon beton,” ujar dia. Total ada 20 tandon telah diterjunkan.(biy/dan)
Editor : Mahmudan