KEPANJEN, RADAR MALANG – Distribusi air bersih terus berlanjut. Berdasar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sekitar 1,6 juta liter air bersih sudah terdistribusikan hingga 8 Agustus lalu. Dropping air menyasar delapan desa terdampak kekeringan.
Delapan desa itu terdiri dari Sumberagung, Sitiarjo, dan Kedungbanteng di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dengan 6.986 jiwa terdampak. Kemudian Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan dengan penduduk terdampak 1.461 jiwa. Lalu, 2.905 jiwa di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung.
Baca Juga: Update Kekeringan Malang: Desa-Desa Terdampak Sudah Sedot 4.000 Liter Air Polisi
Kemudian untuk Kecamatan Donomulyo, sebanyak 1.012 jiwa di Desa Sumberoto mengalami kesulitan air bersih. Lalu di Kalipare, tepatnya Desa Kalirejo, kekeringan menyulitkan 116 jiwa warga. Terakhir di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak terdapat 545 jiwa. “Total yang terdampak ada 13.125 jiwa. Untuk jumlah airnya sudah mencapai 1.611.850 liter,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Ia menambahkan, masih ada tambahan dua desa lagi yang menunggu giliran mendapat bantuan air bersih. Yakni Desa Pagak di Kecamatan Pagak dan Putukrejo di Kecamatan Kalipare. Total ada 1.751 jiwa yang terdampak.
Sadono mengatakan, sudah ada trial dropping air bersih di Pagak, tapi belum terdata berapa yang menerima manfaat. Di sisi lain, dropping air melibatkan empat lembaga. Yakni BPBD, PMI Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, dan Perum Jasa Tirta (PJT) I.
Baca Juga: Inilah Daftar Enam Desa di Kabupaten Malang yang Dilanda Kekeringan
“Ada tiga unit tangki dari BPBD, 2 armada dari PJT I, dan masing-masing 1 unit dari PMI dan Tirta Kanjuruhan,” sebut Sadono.
Untuk biaya operasionalnya, Sadono belum membeberkan besaran biayanya. “Yang jelas kalau dari BPBD dan Tirta Kanjuruhan itu tanggungan Pemkab Malang. Di luar itu tanggungan masing-masing,” tandas dia. (biy/dan)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang