KABUPATEN MALANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pujon berlanjut. Setelah kawasan Gunung Buthak, api dilaporkan muncul di Puncak Gunung Kawi najang, Desa Pujon Kidul, kemarin siang (12/9).
Administratur Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail terkait kondisi Puncak Gunung Kawinajang yang terbakar. "Sementara kami lakukan observasi sambil merancang mekanisme pemadamannya dengan menyesuaikan kondisi di lapangan," kata dia.
Selain Puncak Gunung Kawinajang, pihaknya juga masih memantau kawasan Gunung Buthak. Di kawasan itu, kebakaran dipastikan sudah padam. Sampai kemarin, belum ada laporan munculnya titik-titik api baru.
Baca Juga: Kebakaran di Area Gunung Buthak Meluas, Water Bombing Diturunkan
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran kawasan Gunung Buthak pertama kali terjadi pada 1 September lalu. Tepatnya di petak 100. Lalu kebakaran berhasil dipadamkan. Total kawasan yang terbakar saat itu seluas 15 hektare.
Namun, api kembali muncul pada 4 September. Di duga karena pengaruh tiupan angin, sehingga bara api kembali muncul dan menjalar ke tempat tempat yang kering. "Api mengarah ke Kawinajang dan Puncak Buthak," tambah Kelik.
Banyak upaya pemadaman yang sudah dilakukan. Seperti penggunaan gebyok, penyisiran bara api lewat jalur darat, pembuatan sekat bakar, dan water bombing menggunakan satu helikopter dari BPBD Jawa Timur. Sampai dengan Jumat sore (11/9), api tidak terlihat lagi di Gunung Buthak.
"Dari perhitungan kami, total luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai 470 hektare," imbuh Kelik. Menurut dia, kawasan yang terbakar terdiri dari berbagai macam vegetasi dan pohon. Seluruhnya masih tetap hidup meski masing-masing batang pohonnya terbakar.
Baca Juga: Karhutla Indonesia dalam Fase Kritis, Ratusan Hotspot Terdeteksi di Sumatra dan Kalimantan
Pihaknya tetap melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan tidak ada titik-titik api baru. "Kemarin, kami melakukan monitoring melalui aplikasi sekaligus pemantauan langsung di lapangan," tegasnya.
Kelik menyebut, ada beberapa lokasi yang dipantau oleh pihaknya. "Pemantauan dilakukan dari Pos Buthak, Kawinajang, Bendosari, Garotan, dan sekitarnya," imbuhnya.
Dengan demikian, jika di temukan adanya titik api baru, pihaknya bisa segera bertindak. Sebagai antisipasi, pihaknya juga masih menutup tiga jalur pendakian sampai waktu yang belum ditentukan.
Editor : Aditya Novrian