KEPANJEN - Bupati Malang H M. Sanusi mengisyaratkan akan membeli armada baru untuk damkar Kabupaten Malang. Anggarannya akan dialokasikan dalam APBD 2027. Hal itu terungkap dalam rapat paripurna di DPRD Kabupaten Malang, Rabu lalu (16/9).
Saat ini Damkar Kabupaten Malang memiliki 10 armada pemadam. Tujuh di antaranya beroperasi, sedangkan tiga lainnya tidak siap jalan. Dari tiga armada yang tidak siap jalan tersebut, dua di antaranya sedang diperbaiki sementara satu lainnya rusak.
"Kalau dirasa kurang armada damkarnya, pada tahun 2027 ditambahi,” ujar Bupati Malang H M. Sanusi.
Setelah nanti damkar mempunyai armada baru, lanjutnya, armada lama akan disebar ke beberapa titik. Masing-masing kecamatan akan mendapat satu unit. Di antaranya Pujon, Kepanjen, Wajak, dan Singosari.
Sisanya di Mako Damkar Satpol PP Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kota Malang. “Saya taruh di empat titik ini (Pujon, Kepanjen, Wajak, dan Singosari). Kalau ada kebakaran di sana atau yang terdekat, bisa langsung meluncur ke TKP,” kata dia.
Pria asli Gondanglegi itu menyinggung soal pemadaman kebakaran di Jemplang, Kecamatan Poncokusumo beberapa hari lalu. Saat itu terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang hampir menyambar Cafe 360. Sebanyak 4 unit mobil pemadam diluncurkan, dan hasilnya kafe itu tidak sampai hangus.
“Pemadaman Karhutla Bromo (Kabupaten Malang) paling cepat pemadamannya. Karena aksesnya dari Kabupaten Malang,” ucap Sanusi. Politisi PDI Perjuangan itu berharap unit damkar yang sedang dalam perbaikan segera dituntaskan. Sehingga dapat digunakan untuk menunjang kinerja pemadaman kebakaran.(biy/dan)
Editor : Mahmudan