BANTUR, RADAR MALANG – Penuntasan perbaikan sekaligus pelebaran Jalur Gondanglegi-Balekambang terganjal 224 bidang tanah. Karena itu, pemerintah harus segera membebaskan ratusan bidang lahan, jika ingin proyek sepanjang 30,4 kilometer itu rampung.
Proyek yang diampu Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jatim-Bali Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) mulai digarap sejak Oktober 2024 lalu. Pengerjaannya dibagi menjadi dua trase, yakni lot 16 A (Gondanglegi-Wonokerto) dan lot 16 B (Wonokerto-Balekambang).
Baca Juga: Pengaspalan Jalan Menuju Balekambang Capai 90 Persen
Ditargetkan rampung awal 2027. Sedangkan serah terima sementara hasil pekerjaan konstruksi dari kontraktor ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditargetkan terlaksana September 2026 untuk lot 16 A, lalu lot 16 B pada Desember depan.
Dari dua lot tersebut, pekerjaan rumah terberat ada di lot 16 A. Jumlahnya ada 215 bidang tanah yang harus dibebaskan, sementara lot 16 B ada 12 bidang. “Dari total 12 bidang tanah di Lot 16 B, yang sudah dieksekusi baru 3 bidang. Artinya masih sisa 9 bidang,” terang Juru Bicara PN Kepanjen Gesang Yoga Madyasto SH.
Pelaksanaan eksekusi tersebut dilakukan pada 14 September lalu. Tiga bidang tanah yang dieksekusi berada di Desa Bantur, Kecamatan Bantur. Eksekusi dilakukan lantaran pemilik tanah sudah mengambil konsinyasi atau ganti rugi yang dititipkan ke PN Kepanjen.
Baca Juga: Perbaikan Jalur Balekambang Tuntas Akhir Tahun
Sementara di lot 16 A, jumlah tanah yang belum bebas mencapai 215 bidang. Yang membuat beda antara lot 16 A dan B lebih cepat eksekusi yang B, karena Pemkab Malang terlibat. Yakni dengan sistem penetapan lokasi (penlok). Sementara di lot 16A pembebasannya langsung oleh B2PJN.
Terpisah, Camat Bantur Bayu Jatmiko mengatakan, di sepanjang wilayahnya masih banyak lahan yang belum dieksekusi. Hal itu terlihat dari badan jalan. “Beberapa part jalan masih terlihat kotak split karena lahan belum di bebaskan,” katanya.
Untuk lahan yang belum dieksekusi, lanjutnya, masih ada koordinasi antara Pemkab Malang, penggarap proyek, dan B2PJN Jatim-Bali, serta kantor pertanahan. “Masih seputaran rilis harga dari appraisal dan pembayaran kepada warga. Ini kaitannya sama Penlok di lot 16 A,” tandas dia.(biy/dan)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang