PAKISAJI, RADAR MALANG – Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mengular hingga ke jalan, Jumat (9/10). Kondisi itu terjadi setelah sejumlah SPBU kehabisan stok, sehingga konsumen beralih ke lokasi yang masih melayani pengisian Pertalite.
Pengendara yang tidak mendapatkan Pertalite di satu SPBU terpaksa mencari SPBU lain. Akibatnya, pembelian terkonsentrasi di sejumlah lokasi yang masih memiliki persediaan. Antrean pun semakin panjang ketika pasokan di beberapa SPBU belum kembali tersedia.
Baca Juga: Truk Terguling di SPBU Malangsuko, Muatan Ambyar!
Pengawas Operasional SPBU Pakisaji 54.651.02 Ahmad Junaedi mengatakan, habisnya stok di sejumlah SPBU menjadi salah satu penyebab antrean Panjang.
Konsumen yang gagal mengisi BBM di satu lokasi kemudian berpindah ke SPBU lain.
“Pengiriman bahan bakar normal. Namun, kalau permintaan meningkat dan antrean panjang, kami tidak bisa menjamin stok akan terus tersedia. Ada kalanya habis, tetapi setiap hari tetap ada pengiriman,” ujar Ahmad.
Dia menjelaskan, SPBU tempatnya bertugas menerima pasokan Pertalite tiga kali dalam sepekan. Meski pengiriman tetap berjalan, stok bisa lebih cepat habis ketika permintaan meningkat.
Sementara itu, pengawas SPBU Pakisaji 54.651.01 Arya Putra mengatakan, stok Pertalite di SPBU tersebut sedang menunggu pengiriman. Menurut dia, pasokan yang diterima mengalami pengurangan dibandingkan biasanya.
“Biasanya pasokan 16 ton, sekarang hanya delapan ton dalam sehari. Ini mengakibatkan stok Pertalite lebih cepat habis,” kata Arya.
Pengurangan pasokan juga dirasakan SPBU Pepen 54.651.54. Supervisor SPBU tersebut, Abil, mengatakan, pengiriman masih berlangsung, tetapi dilakukan dengan pola berbeda.
“Biasanya 16 ton dalam satu pengiriman, sekarang dikirim dua kali secara bertahap. Kalau antrean panjang seperti ini, stok memang bisa cepat habis,” ujarnya.
Sementara itu, SPBU Pepen 2 54.651.55 juga dilaporkan kehabisan Pertalite. Kondisi di sejumlah SPBU tersebut membuat konsumen harus mencari lokasi pengisian yang masih memiliki stok.
Deny Rubi, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite. Dia menyebut beberapa SPBU yang didatanginya sudah kehabisan stok. Pilihan lain pun tidak mudah karena harga Pertamax lebih mahal, sedangkan Pertalite eceran di toko kelontong juga sulit ditemukan.
“Sekarang susah mencari Pertalite, beberapa SPBU kehabisan stok. Mau pindah ke Pertamax harganya lebih mahal, sedangkan beli eceran di toko kelontong juga sudah habis. Akhirnya terpaksa ikut antre di sini,” ujar Deny.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan Pertalite di sejumlah SPBU Pakisaji menjadi perhatian. Kepastian jumlah pasokan dan kelancaran distribusi diperlukan agar antrean tidak terus menumpuk di SPBU yang masih memiliki stok. (nj1/adn)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang