Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Absen Dua Tahun, Bersih Desa di Ngajum Kembali Hadir

Mardi Sampurno • Selasa, 14 Juni 2022 | 14:43 WIB
SEMPAT TERHENTI: Gunungan berisi buah dan hasil pertanian diarak warga ke lokasi pagelaran wayang di Dusun Sembon, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, kemarin siang (13/6). (DARMONO / RADAR MALANG)
SEMPAT TERHENTI: Gunungan berisi buah dan hasil pertanian diarak warga ke lokasi pagelaran wayang di Dusun Sembon, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, kemarin siang (13/6). (DARMONO / RADAR MALANG)
KABUPATEN - Layaknya karnaval, sedekah bumi dan bersih desa di Dusun Sembon, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang berjalan semarak kemarin siang (13/6). Arak-arakan hasil pertanian dan kirab budaya diikuti ratusan warga. Kombinasi sound system dan gerak tari peserta berkostum adat tersaji sepanjang jalan.

Di bagian belakang warga, ada sekelompok warga yang memanggul gunungan. Isinya terdiri dari buah-buahan dan hasil pertanian. Seperti jeruk, jagung, kopi, padi, cengkeh, terong, singkong dan ubi. Meski diguyur hujan, semangat warga maupun peserta kirab tak surut. Setelah berjalan kurang lebih satu kilometer, para peserta tiba di panggung wayangan.

Kades Ngajum Setyo Budi mengatakan bahwa antusiasme warga tak lepas dari kerinduan mereka terhadap hiburan. ”Selama dua tahun terakhir, warga Dusun Sembon ngempet tidak menggelar kirab budaya. Karena itu begitu ada arak-arakan seperti ini, warga antusias,” kata Setyo kepada Jawa Pos Radar Malang di lokasi. Menurutnya, rangkaian sedekah bumi dan bersih desa itu sudah berlangsung sejak Minggu malam lalu (12/6).

Di lokasi wayangan, warga menggelar yasinan untuk mendoakan para sesepuh yang sudah meninggal. Doa bersama itu juga menyajikan gunungan dan tumpengan. Usai doa, warga pagelaran wayang tersaji sampai pukul 17.00 WIB. ”Ini rasa syukur kepada Tuhan, karena masih diberi kesehatan dan diberi rezeki. Meski sempat mengalami pandemi tetapi ekonomi tetap bisa jalan. Warga juga rukun dan senantiasa gotong royong,” tambah Setyo.

Senada dengannya, Haris Firmansyah, Ketua Panitia Acara mengakui bila acara serupa sempat tertahan pandemi Covid-19. Begitu Covid-19 melandai, warga berinisiatif untuk mengajukan acara kirab budaya secara lengkap. Berbarengan dengan selamatan sedekah bumi. ”Upacara adat ini menyisipkan doa kepada Tuhan, agar membersihkan dusun kami dari malapetaka. Kami juga menganggap sedekah bumi ini sebagai rasa syukur dalam hal panen, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata dia. Haris menambahkan bila tradisi itu merupakan warisan para leluhur di Dusun Sembon. (fin/by) Editor : Mardi Sampurno
#absen #Kecamatan Ngajum #Kabupaten Malang #kirab budaya #bersih desa #hasil pertanian