Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rp 1,2 T untuk Pertanian Sawit di Kabupaten Malang, Ini Identitas Negara Asal Investor

Mahmudan • Selasa, 30 Juli 2024 | 00:03 WIB
Infografik Selamat Datang Bisnis Sawit
Infografik Selamat Datang Bisnis Sawit

Untuk Usaha Pengolahan Limbah Sawit di Dau

KEPANJEN - Pertanian sawit di Kabupaten Malang menyedot perhatian investor.

Saat ini sudah ada investor yang ingin membuka industri pengolahan sawit di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Hal itu diungkap Bupati Malang H M.

Sanusi di sela menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin (28/7).

“Investornya dari Denmark,” ujar Sanusi yang duduk di samping Sandiaga.

Mereka didapuk menjadi pemateri workshop kreatif yang dihadiri pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu mengatakan, usaha pengolahan akan dibangun di Kecamatan Dau.

“Investasinya sekitar Rp 1,2 triliun,” kata pria asal Gondanglegi yang sudah mengumumkan akan maju kembali dalam Pilkada 2024 tersebut.

Sanusi optimistis kedatangan investor tersebut akan membawa berkah bagi pertanian sawit.

Dia yakin akan berdampak pada meluasnya lahan pertanian sawit di Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan itu, Sanusi mempersilakan bagi pengusaha yang ingin membuka kebun sawit di Kabupaten Malang.

“Mas Menteri (Menparekraf Sandiaga Uno) juga barangkali punya teman pengusaha yang ingin investasi, silakan,” ucap Sanusi seolah mengisyaratkan permintaan agar Sandiaga membantu mendatangkan investor.

Dengan berdatangannya investor asal Denmark tersebut, Sanusi mengatakan, lahan pertanian, khususnya sawit akan berkembang pesat.

“Supaya lahan-lahan yang selama ini tidak produktif, nanti akan menjadi produktif,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang Kuncoro merespons positif atas masuknya investor pengolahan limbah kelapa sawit.

Menurut dia, keberadaan investor berpotensi mendongkrak perekonomian masyarakat, utamanya dalam mengurangi pengangguran.

“Dengan adanya investor baru, ada lapangan kerja baru juga.

Apalagi saat ini mencari pekerjaan itu sulit,” ucap anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Sementara itu, dia melanjutkan, jumlah lulusan banyak, tapi kemampuan penyediaan tenaga kerja dari semua sektor tidak seimbang.

Hal tersebut ditunjukkan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai 5,7 persen.

Dengan jumlah pengangguran terbuka 86.484 orang dari penduduk usia 15 tahun ke atas 2.146.759 orang.

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang itu menegaskan, harus memperhatikan kondisi geografis di Kecamatan Dau.

Seperti kesesuaian dengan karakteristik tanah di sana sekaligus kebutuhan airnya.

“Sehingga, perlu kajian yang matang dan melibatkan akademisi maupun perangkat daerah (PD) terkait sawit. Jangan sampai ada pihakpihak yang dirugikan,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#bisnis sawit #kecamatan dau #Investor #Kabupaten Malang