PUJON - Musim liburan atau akhir pekan menjadi momen yang ditunggu pedagang di Pasar Wisata Dewi Sri.
Pasar yang terletak di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon tersebut selalu kebanjiran pembeli setiap musim liburan.
Biasanya, mereka wisatawan dari Kota Batu yang mampir ke pasar untuk berbelanja oleh-oleh maupun sekadar rehat.
Siti Nurrahma, salah satu penjual di pasar tersebut menyampaikan, setiap akhir pekan, akan banyak berdatangan rombongan.
Baik yang mengendarai mobil, bus mini, maupun bus besar.
“Mobil itu bisa sampai 100200 yang datang dan bus bisa sampai 20 unit, bahkan lebih,” ujar Nurrahma.
Sedangkan saat hari biasa, pengunjung lebih sedikit.
Meskipun masih ada saja rombongan yang mampir ke pasar tersebut.
Meski hanya sekitar 50an mobil dalam satu hari.
Jika ditotal, dalam sehari bisa ada ribuan pengunjung.
“Mereka kan datangnya bergantian. Jadi, setelah datang lima mobil, ketika mereka keluar, ada datang lagi beberapa mobil,” imbuhnya.
Kondisi tersebut jauh berbeda dibanding saat pandemi Covid19 lalu.
Menurutnya, pasar Wisata Dewi Sri kembali ramai sejak tahun lalu.
Meskipun pembatasan aktivitas ketika pandemi sudah dicabut pada 2023, tetapi tidak langsung meningkatkan kunjungan di pasar tersebut.
Dia juga menyebut, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Malang.
“Kadang ada yang dari Jombang, Kediri, Sidoarjo, dan sebagainya,” kata perempuan yang sudah berjualan sejak 24 tahun yang lalu itu.
Winda, salah satu pengunjung asal Jombang menyebut, setiap berwisata ke Kota Batu, dia sering mampir ke Pasar Wisata Dewi Sri untuk membeli oleh-oleh.
“Biasanya kalau tidak beli apel ya camilan, ada titipan juga dari tetangga,” ujar perempuan berusia 35 tahun itu.
Menurutnya, pasar tersebut cocok untuk membeli oleh-oleh.
Selain tempatnya yang berada di tepi jalur utama, harga produknya juga relatif terjangkau.
“Ini juga sekalian istirahat, sambil menemani anak beli makan,” lanjutnya.
Hanya saja, menurutnya, perkerasan di pasar tersebut perlu perbaikan.
Karena ada beberapa bagian yang sudah mengelupas.
Sehingga saat musim penghujan seperti akhir-akhir ini dapat mengganggu kenyamanan pengunjung. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho