SINGOSARI – Bisnis kesehatan klinik mata di Malang Raya makin menjamur saja. Keberadaan Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang juga tak luput dari incaran para investor untuk mengais cuan di sektor bisnis yang lagi bergairah ini.
Sabtu (11/6) pagi, Klinik Utama Mata Kendedes Eye Center (KECE) diresmikan. Klinik spesialis mata di Jalan Panglima Sudirman 135, Singosari itu selain mengais keuntungan diharapkan juga mampu mengatasi ancaman kebutaan di wilayah utara Kabupaten Malang. Peresmian Klinik Utama Mata KECE Singosari dilakukan oleh Bupati Malang M Sanusi. Turut mendampingi Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto dan Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat. Tampak pula jajaran perangkat daerah (PD) terkait.
Komisaris Utama Klinik Utama Mata KECE Dr Safarudin Refa, Sp M.KVR mengatakan, pembukaan cabang baru KECE di Singosari ini. Salah satu tujuannya mendekatkan diri kepada masyarakat. Khususnya warga Kecamatan Singosari dan sekitarnya. Sehingga, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang prima dan profesional. Selain itu, sebagai upaya mencegah angka kebutaan dengan menangani pasien katarak. Yaitu melakukan operasi bagi penderita katarak.
“Alhamdulilah, Klinik Utama Mata KECE sudah bisa beroperasional. Sebelumnya, kami juga sudah memberikan pelayanan operasi katarak gratis di Kepanjen dan Kota Malang," terang Refa-sapaan akrabnya. Progam ini, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian Klinik Mata EDC Group kepada masyarakat yang kurang mampu. Harapannya, mereka bisa menikmati pelayanan kesehatan mata secara gratis.
Dokter spesialis mata dan retina itu mengungkapkan, angka kebutaan di Jawa Timur masih sangat tinggi, berkisar di angka 4 persen. Data tersebut merupakan hasil survei Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia) tahun 2016 dan jumlahnya paling tinggi di Indonesia, bahkan Asia. Dari 4 persen itu, sebanyak 250.000 penduduk di Jawa Timur termasuk di Kabupaten Malang mengalami kebutaan dengan 80 persen buta karena katarak. "Inilah yang perlu kita renungkan bersama karena kebutaan bukan tanggung jawab dokter mata saja, tetapi juga tanggung jawab pemerintah. Maka dari itu, marilah bersama- sama ikut membantu menurunkan angka kebutaan," jelasnya.
Melihat tingginya angka kebutaan di Jawa Timur, termasuk di dalamnya Kabupaten Malang, dia berharap klinik mata semakin digalakkan lagi, terutama di kecamatan yang penduduknya cukup banyak dan agak terpencil.
Menurut Refa, Klinik Utama Mata KECE memiliki sembilan dokter spesialis mata yang siap membantu masyarakat melakukan perawatan mata dengan maksimal. Di sini juga tersedia fasilitas pemeriksaan dan fasilitas umum yang memadai. "Jadi untuk pasien tidak perlu khawatir jika berlama-lama di sini. Karena kami memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik," tambahnya.
Melalui program unggulannya “ Indonesia Bebas Katarak,” Klinik Utama Mata KECE Singosari memberikan pelayanan kesehatan mata yang terbaik dan profesional. Komitmen itu dibuktikan melalui kerja sama lintas sektoral. Seperti dengan BPJS, Dinas Kesehatan, dan puskesmas yang ada di Kabupaten Malang.
Sementara, Bupati Malang Sanusi sangat bangga dan mengapresiasi keberadaan Klinik Utama Mata KECE di Singosari. “Selamat dan sukses kami ucapkan kepada Klinik Utama Mata KECE. Mewakili masyarakat Kabupaten Malang saya sangat berterima kasih atas sumbangsih dan kepedulian Klinik Utama Mata KECE kepada masyarakat kurang mampu dengan memberikan fasilitas operasi katarak gratis,” kata dia.
Keberadaan Klinik Utama Mata KECE Singosari tersebut menjadi salah satu penunjang kesehatan masyarakat. Kecamatan Singosari menjadi lebih lengkap dengan adanya Klinik Utama Mata KECE yang sangat profesional dan canggih alatnya. Sehingga warga Kabupaten Malang, khususnya wilayah Singosari dan sekitarnya tidak perlu lagi jauh-jauh melakukan pemeriksaan kesehatan mata. “Semoga keberadaan Klinik Utama Mata KECE ini memberikan banyak manfaat. Sehingga, kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang semakin terjamin,” pungkasnya. (ren/nen) Editor : Mardi Sampurno