MALANG - Untuk mempermudah masyarakat dalam penanganan kesehatan, khususnya di daerah Mulyorejo Sukun, pada hari Senin (4/9), Klinik Syifa Husada Unggul di Jl. Raya Mulyorejo No. 118, Sukun Mulyorejo, Malang, resmi dibuka.
Grand Opening ini dihadiri tamu kehormatan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, yang didampingi oleh Camat Sukun, Lurah Mulyorejo, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perijinan, Ketua Ranting NU Mulyorejo, Ketua MWC NU Sukun, INAKER, tokoh masyarakat setempat, dan beberapa anak yatim.
Pendiri Klinik Syifa Husada Unggul (SHU), Pieter Susilo, menjelaskan bahwa ide mendirikan layanan kesehatan ini muncul saat pandemi COVID-19 melanda dan berdampak luas terutama pada masyarakat kelas menengah ke bawah. Biaya perawatan yang tinggi dan keterbatasan fasilitas medis mengakibatkan banyak warga meninggal dunia.
"Dengan semangat peduli sosial terhadap kesehatan masyarakat, bersama Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Swasta di Jawa Timur, dr. Edi Suyanto, kami memutuskan untuk membangun sarana dan layanan kesehatan yang memadai. Alhamdulillah, kami memiliki aset di Kelurahan Mulyorejo, Sukun Kota Malang, yang dinilai layak oleh Dinas Kesehatan setempat untuk dijadikan klinik," kata Pieter.
Klinik ini sengaja didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terbuka 24 jam bagi yang membutuhkan kapan saja. Mereka juga bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani 15 ribu peserta fasilitas kesehatan.
Klinik SHU Mulyorejo saat ini menyediakan berbagai layanan, termasuk poli umum, poli gigi, penyakit dalam (internis), poli kesehatan masyarakat, serta poli ibu dan anak.
"Kami memiliki dokter tetap yang siap melayani 24 jam, dan dokter non-tetap siap hadir jika dibutuhkan dalam kondisi tertentu. Harapan kami adalah agar masyarakat merasa aman dan nyaman berobat di sini (SHU)," jelas Pieter.
Klinik SHU juga dilengkapi dengan unit gawat darurat (UGD) dan apotek untuk memberikan perawatan dan obat-obatan yang diperlukan dalam situasi darurat. Mereka sangat memprioritaskan penanganan penyelamatan nyawa pasien.
"Kami tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit tipe C di belakang klinik SHU ini sebagai komitmen serius dalam membantu pemerintah dalam bidang pelayanan kesehatan," tambahnya.
Founder Triguna Group ini menjelaskan bahwa pembangunan RS tipe C akan dimulai pada awal tahun 2023. RS ini akan berada di wilayah Kabupaten Malang dan terintegrasi dengan Klinik SHU. Hal ini akan memungkinkan pasien yang membutuhkan perawatan intensif dapat segera dialihkan ke RS tersebut.
"Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Klinik SHU yang telah memperluas akses pelayanan kesehatan di Kota Malang. Namun, dia juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang komprehensif, termasuk promotif, kuratif, preventif, dan rehabilitatif," ujar Sutiaji.
Wacana pembangunan RS di kawasan Mulyorejo sangat dinantikan, karena kawasan ini masih belum memiliki RS. Harapannya adalah agar pelayanan kesehatan di Kota Malang semakin terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat.
"Semoga RS yang akan dibangun nantinya mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau. Kami juga mendukung upaya UHC (Universal Health Coverage) dan menganggarkan dana miliaran rupiah setiap bulan untuk kebutuhan kesehatan warga kelas 3 di Kota Malang," kata Wali Kota.
Seorang warga, Yussi Erviana, dan Fajar Rustandi, mengobati putrinya yang berusia 8 bulan karena mengalami kejang-kejang, pilek, dan batuk. Mereka langsung membawa putri mereka ke Klinik SHU.
"Kami sempat khawatir, sehingga langsung kami larikan ke sini (SHU). Alhamdulillah, kondisinya saat ini sudah agak membaik. Kami berharap putri kami segera pulih setelah mendapatkan perawatan intensif lebih lanjut," ujar mereka.
Klinik Syifa Husada Unggul (SHU) juga mengumumkan rencananya untuk menyediakan unit gawat darurat (UGD) serta apotek untuk kebutuhan obat-obatan dalam situasi darurat. Ini adalah langkah penting dalam memberikan perawatan yang cepat dan tepat kepada pasien yang memerlukan pertolongan pertama.
"Kami memiliki komitmen kuat terhadap kesehatan masyarakat. Saat ini, kami tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit tipe C di belakang Klinik SHU ini. Kami ingin menjadikan ini sebagai langkah serius dalam membantu pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas," tambah Pieter Susilo.
Pieter juga menjelaskan bahwa meskipun lahan yang tersedia luas, rumah sakit yang akan dibangun hanya sekitar dua ribu meter persegi, namun akan dikerjakan secara optimal dan sesuai dengan standar pembangunan rumah sakit pada umumnya.
Rencana pembangunan rumah sakit di kawasan Mulyorejo sangat dinantikan oleh masyarakat, karena hingga saat ini kawasan tersebut belum memiliki rumah sakit. Harapannya adalah agar pelayanan kesehatan di Kota Malang semakin terjangkau dan tidak mengalami kesulitan.
Dengan adanya Klinik Syifa Husada Unggul dan rencana pembangunan rumah sakit tipe C di Mulyorejo, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Malang dapat semakin baik, terjangkau, dan cepat tanggap terhadap kebutuhan pasien. Ini adalah langkah penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan seluruh warga Kota Malang.(llk/jprm2)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana