Malang Cardiovascular Update ke 22
MALANG KOTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler (Perki) Cabang Malang dan Program Studi Dokter Spesialis jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) / RSSA menjadi tuan rumah dalam acara Malang Cardiovascular (MCV) Update XXII 2023.
Sekitar 800 peserta yang merupakan ahli jantung, dokter spesialis lainnya, dokter umum, perawat kardiovaskuler, intensif perawat perawat hingga ilmuwan peneliti dari seluruh Indonesia mengikuti acara yang digelar mulai Jumat (15/9) hingga Minggu (17/9) tersebut.
Dengan tema 'Comprehensive Approach at Any Level of Care to Strengthen Our National Cardiovascular Network System' , acara tersebut menghadirkan 20 Simposium, 2 Plenary Session, 2 Presidential Lectures dan 11 Workshops yang menghadirkan sekitar 100 pemateri.
"Kasus CVD Masih Menjadi Penyebab Utama Kematian secara Global," tutur Ketua PERKI (Perhimpunan Dokter Jantung dan Pembuluh Darah) Cabang Malang Prof. dr. Mohammad Saifur Roahman, Sp.JP (K) Ph.D.
Untuk itu para ahli jantung Bersinergi melaksanakan pendekatan komprehensif di semua tingkat perawatan.
Ini untuk memperkuat sistem jaringan kardiovaskular nasional.
Salah satunya dengan menggelar MCV Update ke 22 tersebut.
Dr Saifur menyebutkan dari mulai pelayanan di tingkat primer hingga hingga rujukan teratas harus memiliki layanan kardiologi yang sama.
"Tentu saja sesuai dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas pasien serta ketersedian ahli dan sarana prasarana," kata dia.
Untuk itu, penguatan penyedia layanan kesehatan di tingkat primer dalam menangani penyakit kardiovaskular dilakukan melalui pusat kesehatan masyarakat yang sudah ada jaringan.
Dengan berfokus pada pencegahan dari primer hingga sekunder, pengobatan faktor risiko dari perawatan primer, dan penerapan protokol untuk manajemen kardiovaskular dapat dilakukan beberapa strategi praktis untuk mengatasi beban CVD.
"Meningkatkan pengumpulan data dengan membangun registrasi data nasional untuk pemanfaatan layanan kesehatan dan kematian akan membantu memantau strategi untuk mengurangi beban penyakit kardiovaskular," terangnya.
Selain itu cara tersebut juga dapat membantu mengarahkan sumber daya di tempat yang paling membutuhkannya.
Tahun ini, program dari Persatuan Jantung Indonesia Cabang Malang kerjasama dengan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas Brawijaya bermaksud mempertahankan dan meningkatkan kompetensi inti seluruh layanan kesehatan personil yang bekerja di bidang ini. (dur/jprm3)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana