Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

6.000 Nakes di Kota Malang Jalani Vaksin Hepatitis B

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 21 November 2023 | 20:00 WIB

 

 

CEGAH HEPATITIS: Seorang petugas menunjukkan stok vaksin hepatitis B yang bakal disuntikkan kepada nakes di Kota Malang yang memenuhi syarat.
CEGAH HEPATITIS: Seorang petugas menunjukkan stok vaksin hepatitis B yang bakal disuntikkan kepada nakes di Kota Malang yang memenuhi syarat.

MALANG KOTA – Sebanyak 6.000 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Malang bakal mendapat vaksin hepatitis B. Tapi pelaksanaannya secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dapat kiriman 3.000 dosis. Vaksin tersebut dikirim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

"Tahap selanjutnya masih menunggu pelaksana vaksin," ujar kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif, kemarin (20/11).

Menurut Husnul, secara keseluruhan ada 12.897 Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Kota Malang. Namun tidak semua mendapat vaksin hepatitis B. "Sudah ada kriteria yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," terang dia.

Nantinya, dia melanjutkan, program vaksin hepatitis B diperuntukkan bagi nakes di berbagai fasilitas kesehatan (faskes), baik puskesmas, RS pemerintah, RS swasta, klinik pemerintah,  dan klinik swasta. "Di luar program tersebut juga sudah ada, yakni imunisasi rutin untuk anak usia kurang dari satu tahun. Sementara bagi dewasa bisa diperoleh secara mandiri di faskes yang menyediakan," katanya.

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, pemberian vaksin sudah ditentukan. "Caranya dengan memberikan vaksin tiga kali, tapi ada jeda mulai nol, satu bulan, dan enam bulan," imbuhnya.

Pada pencanangan program vaksinasi hepatitis B pada 16 November lalu, ada dua faskes dari Kota Malang yang mendapat kesempatan pertama. Yakni RSUD Kota Malang dan Puskesmas Rampal Celaket.

Sementara PJ Imunisasi RSUD Kota Malang Dian Rusmita mengatakan, di tempatnya ada 210 nakes yang sejatinya mendapat vaksin. Hanya saja sampai sekarang baru 148 nakes yang disuntik. Sedangkan sisanya belum hadir waktu pelaksanaan. Misalnya sakit atau hamil. "Akan kami selesaikan pada November ini," ucapnya.

Dian melanjutkan, tidak semua nakes bisa mendapat vaksin hepatitis B. Ini karena sebelum divaksin, nakes harus melalui sejumlah pemeriksaan. Nakes yang tidak perlu mendapat vaksin hepatitis B adalah vaksin yang memiliki titer antibodi kuat dan tidak menderita hepatitis B.

Kebanyakan nakes yang disuntik bekerja di garda depan, seperti dokter umum, bidan, sebagian dokter spesialis, dokter spesialis gigi, dokter yang berkaitan dengan bedah, hingga nakes yang rentan.

Di luar program, pihaknya juga melayani pemberian vaksin hepatitis. Namun hanya untuk bayi berusia nol sampai 24 jam yang tidak memiliki indikasi tertentu. "Kalau ada indikasi misalnya lahir prematur, berat bayi lahir di bawah dua kilogram atau menderita penyakit kuning, ya harus menunggu kondisinya baik terlebih dulu," jelas Dian.

Sementara vaksin hepatitis B bagi dewasa belum ada. Meski demikian, pemberian vaksin hepatitis B tetap penting. Sebab, penularan hepatitis B cepat. "Karena menularnya bisa lewat cairan seperti ludah atau hubungan seksual," tandas Dian.(mel/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#hepatitis b #nakes kota malang #Vaksin