Sepekan 30 Penderita Dirawat di RSSA
MALANG KOTA - Jumlah anak yang terjangkit pneumonia melonjak selama sepekan terakhir. Sedikitnya 30 anak hingga 29 November lalu mendapat perawatan di RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) karena radang paru-paru.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Endokrinologi RSSA Dr dr Harjoedi Adji Tjahjono SpA(K) mengatakan, per hari rata-rata ada 10 anak yang datang ke RS karena mengeluh batuk disertai sesak napas. Setelah dicek, hampir seluruhnya terjangkit pneumonia berat.
”Jika dibanding bulan lalu atau awal November hanya ada 3-4 anak yang datang ke RS karena pneumonia,” terang pria yang juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur Perwakilan V Malang itu.
Meski demikian, hanya satu sampai dua anak yang dirawat di ruang perawatan intensif. Mereka mendapat perawatan intensif karena memiliki saturasi oksigen yang rendah.
Ditanya apakah ada kondisi tertentu layaknya kasus gagal ginjal misterius seperti yang beberapa waktu lalu terjadi, Harjoedi menyatakan, sampai saat ini belum ada temuan terbaru. Dia melihat, fenomena pneumonia melonjak karena siklus tahunan.
”Salah satu penyebabnya karena perubahan iklim yang memengaruhi daya tahan tubuh anak. Jadi rentan sekali terkena pneumonia," tegas Harjoedi.
Agar tidak terjangkit pneumonia, Harjoedi menyarankan orang tua untuk menjaga kebersihan anak. Misalnya saja dengan rajin mencuci tangan. Ini karena pneumonia bisa menular melalui droplet atau percikan seperti bersin dari orang lain. Jika anak sakit disertai batuk dan suhu sampai 37 derajat Celcius, orang tua bisa sesegera mungkin memeriksakan ke dokter.
Di samping itu, pemberian vaksin PCV juga ampuh untuk mencegah infeksi bakteri penyebab pneumonia.
"Anak bisa mendapatkan vaksin PCV sebanyak dua kali saat usia kurang dari satu tahun," jelas Harjoedi.
Ditambahkan Kepala Divisi Respirologi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB)/RSSA Dr dr Ery Olivianto SpA(K), pasien yang datang ke RS biasanya dengan dua kondisi. Yakni pneumonia biasa atau dengan disertai penyakit penyerta (komorbid).
”Penyakit penyerta bisa berupa keganasan, penyakit jantung, hingga penyakit ginjal kronik,” ungkap dia.
Ery menjelaskan, secara umum penyebab infeksi saluran termasuk pneumonia sejak dulu adalah virus. Artinya yang kini sedang meningkat bukan virus yang baru muncul.
”Virus utama yang sedang naik adalah influenza A dan B. Data nasional memang menunjukkan ada kenaikan pada September dan Oktober. Tapi bulan ini sudah mulai relatif turun," beber dia.
Selain virus, ada pula faktor lain yang menjadi penyebab pneumonia. Misalnya saja gizi buruk, anak tidak melakukan imunisasi, polusi udara seperti anak yang terpapar rokok, imunocompromised atau kondisi imun yang membuat anak rentan terjangkit infeksi, hingga ventilasi rumah yang buruk. (mel/adn)
Editor : Aditya NovrianSumber : Jawa Pos Radar Malang