Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hiii! Jangan Sembarangan Pakai Barang Dalbo tanpa Dicuci, Bisa Kena Penyakit Kulit, Begini Cara Mencuci yang Benar

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 9 Maret 2024 | 16:00 WIB
Dalbo alias udal-udal kebo memang asyik, tapi jangan lupa mencuci dengan benar sebelum dipakai agar tak kena penyakit kulit
Dalbo alias udal-udal kebo memang asyik, tapi jangan lupa mencuci dengan benar sebelum dipakai agar tak kena penyakit kulit

MALANG - Berburu pakaian bekas (thrifting) atau dalam bahasa Malangan, dalbo memang seru.

Apalagi, bila berburu dalbo berhasil mendapatkan pakaian yang sebenarnya mahal namun berharga murah.

Tapi jangan sembarangan pakai barang dalbo tanpa dicuci, karena ada ancaman penyakit kulit.

Risiko infeksi mikroba termasuk bakteri, jamur, parasit, dan infeksi virus mudah terjadi pada mereka yang tak mencuci dengan baik pakaian dalbo.

Beberapa penyakit kulit seperti dermatitis, kudis, dan penyakit jamur dapat ditularkan melalui penggunaan pakaian bekas yang tidak dicuci.

Dalam Iranian Journal of Public Health, sebuah studi deskriptif-seksional dilakukan pada 800 pakaian bekas (400 pakaian bekas yang dicuci dan 400 pakaian bekas yang tidak dicuci) dari tahun 2018 hingga 2019 di Tehran, Iran.

Hasilnya, Dari 800 pakaian bekas, 22 (2,7 persen) positif terkontaminasi oleh parasit dan ektoparasit.

Agen-agen berikut ditemukan pada pakaian yang tidak dicuci: telur Enterobius 10 (1,25%), telur Pediculus spp. 6 (0,75%), dan Sarcoptes scabiei 6 (0,75%), tetapi tidak ada kontaminasi yang diamati pada pakaian yang dicuci.

Tingkat kontaminasi tertinggi ada pada pakaian pria.

Sementara itu, celana jeans selalu menunjukkan tingkat kontaminasi tertinggi.

Tidak ada agen parasit dalam pakaian bekas yang dicuci.

Sementara parasit ditemukan dalam pakaian bekas yang tidak dicuci.

Semua parasit yang dideteksi memiliki signifikansi yang besar karena sifatnya yang menular dan mudah ditularkan dan berkembang biak.

Infestasi manusia oleh ektoparasit yang terkumpul termasuk Pediculus spp. dan S. scabiei dapat menyebabkan penyakit kutu dan kudis, masing-masing, dari pakaian bekas yang tidak dicuci.

Ektoparasit dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, hipersensitivitas, dermatitis, dan infeksi sekunder pada individu yang rentan.

Pakaian yang terkontaminasi dengan Pediculus spp. tidak hanya dapat mentransfer kutu ke tuan rumah tetapi juga penyakit yang ditularkan oleh kutu seperti demam berulang yang ditularkan oleh kutu, tifus epidemik, dan demam.

Agen lain yang terkumpul adalah S. scabiei, yang merupakan tungau berkaki delapan yang menggali ke dalam kulit tuan rumah dan menyebabkan gatal-gatal dan luka melepuh.

Tingkat kontaminasi tertinggi dalam sampel yang diperiksa terkait dengan telur Enterobius.

Secara kesimpulan, prevalensi parasit dan ektoparasit dalam pakaian bekas yang tidak dicuci yang diperiksa tinggi.

Pakaian bekas dapat menyebarkan penyakit kulit dan rambut terutama kutu dan kudis.

Untuk mencuci pakaian bekas dengan benar sebelum digunakan kembali, ikuti langkah-langkah berikut:

Periksa Label Perawatan

Pastikan untuk memeriksa label perawatan pada pakaian untuk mengetahui instruksi pencucian yang disarankan.

Ini akan membantu Anda menentukan suhu air dan jenis deterjen yang sesuai.

Pisahkan Pakaian

Pisahkan pakaian berdasarkan warna dan jenis kain.

Pakaian putih dan warna terang biasanya dapat dicuci bersama, sementara pakaian berwarna gelap sebaiknya dicuci terpisah untuk mencegah pewarna mentransfer ke pakaian lain.

Gunakan Deterjen yang Tepat

Pilih deterjen yang sesuai dengan jenis kain dan tingkat kotoran pada pakaian.

Untuk pakaian yang lebih kotor, Anda mungkin perlu menggunakan deterjen yang lebih kuat.

Gunakan Siklus Pencucian yang Tepat

Gunakan siklus pencucian yang sesuai dengan jenis pakaian dan tingkat kotorannya.

Untuk pakaian yang ringan, siklus pencucian normal biasanya sudah cukup.

Sedangkan untuk pakaian yang lebih kotor atau berbahan tebal, Anda mungkin perlu menggunakan siklus pencucian yang lebih kuat.

Gunakan Air Hangat atau Panas

Jika memungkinkan, gunakan air hangat atau panas untuk mencuci pakaian bekas, terutama jika Anda mencurigai adanya kuman atau parasit.

Suhu air yang tinggi dapat membantu membunuh mikroorganisme yang mungkin masih ada pada pakaian.

Jangan Gunakan Pengering Panas

Setelah dicuci, sebaiknya jangan mengeringkan pakaian bekas menggunakan pengering panas.

Sebaliknya, jemur pakaian di udara terbuka atau gunakan pengering dengan suhu rendah untuk menghindari kerusakan pada kain.

Setrika atau Disinfeksi

Setelah pakaian kering, Anda dapat menyetrika pakaian menggunakan suhu tinggi untuk membunuh bakteri yang tersisa.

Jika Anda tidak ingin menyetrika, Anda juga dapat menggunakan semprotan disinfektan untuk membunuh kuman yang tersisa.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat mencuci pakaian bekas dengan benar sehingga aman untuk digunakan kembali.(fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dalbo #bahasa malangan #penyakit kulit