Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspadai DBD di Kabupaten Malang, Awas Muncul Chikungunya

Ahmad Yani • Senin, 18 Maret 2024 | 17:45 WIB
DIASAPI: Petugas PMI Kabupaten Malang melakukan fogging di permukiman warga untuk pencegahan DBD.
DIASAPI: Petugas PMI Kabupaten Malang melakukan fogging di permukiman warga untuk pencegahan DBD.

KEPANJEN - Selain Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria, chikungunya juga menjadi penyakit yang perlu diwaspadai selama musim penghujan.

Sebab, banyak air-air menggenang yang berpotensi digunakan nyamuk untuk berkembang biak.

Untuk diketahui, chikungunya menyerang manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti maupun aedes albopictus, yang juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah.

Nyamuk tersebut mendapatkan virus chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya.

“Selama 2024 dari bulan Januari hingga Februari ada satu orang dilaporkan diduga chikungunya,” ujar Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Chairiyah.

Orang tersebut berdomisili di Kecamatan Dau.

Padahal sepanjang tahun 2023 lalu tidak ada laporan kasus chikungunya.

Chair menjelaskan, DBD dan chikungunya memiliki gejala yang sama.

Yakni demam tinggi melebihi 38,5 derajat celcius, menggigil, dan wajah kemerahan. Namun, pada kasus chikungunya akan dirasakan nyeri sendi.

Nyeri tersebut bisa terjadi di pergelangan kaki atau tangan.

“Pada kasus berat, ditemukan radang sendi yang ditandai dengan kemerahan, kaku dan bengkak pada pergelangan kaki, tangan, jari, siku, lutut dan pinggul,” ucapnya. Sementara itu, upaya pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat pun sama dengan pencegahan DBD.

Yakni dengan rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Menguras, Menutup Mengubur (PSN 3M Plus).

Selain itu, Pemkab Malang juga mengimbau masyarakat untuk mengupayakan menanam tanaman penangkal nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat maupun lotion anti nyamuk, tidak menumpuk pakaian kotor.

“Penanggulangan fokus dilakukan dengan penyuluhan, kegiatan bulan bakti gerakan PSN 3M-Plus, dan larvasidasi selektif,” imbuhnya.

Tujuannya untuk membatasi rantai penularan.

Sedangkan, fogging hanya dilakukan secara selektif berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif oleh puskesmas. (yun/nay)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#DBD #cikungunya #malaria #Kabupaten Malang