DAMPIT – Anda sebaiknya berhati-hati saat mengonsumsi makanan. Pastikan tidak ada kandungan berbahaya.
Sebab, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang menemukan lauk-pauk mengandung formalin dan sayuran pakai pestisida.
Itu diketahui setelah melakukan pengujian sampel makanan kemarin (4/4).
”Kami membeli bahan makanan melalui sampel acak di (Pasar Dampit),” ujar Kepala DKP Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi kemarin.
Untuk lauk pauk yang diambil sampel, dia mengatakan, yakni cumi-cumi kering, teri nasi, ikan segar, ikan asin, daging ayam, tahu putih, bakso, dan kulit pangsit.
Kemudian untuk sayuran seperti cabai merah, bawang merah, tomat, brokoli, dan kubis.
”Bahan-bahan tersebut memang rentan mengandung zat berbahaya,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Dari hasil pengujian tersebut, dia mengatakan, ditemukan kandungan formalin yang tinggi pada cumi-cumi kering dan kandungan formalin rendah pada teri nasi.
Kemudian kadar pestisida tinggi ditemukan pada cabai merah, bawang merah, dan tomat. Sedangkan kadar pestisida rendah ditemukan pada brokoli.
Terpisah, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKP Kabupaten Malang Dilla Aziziyah menambahkan, makanan yang mengandung formalin tersebut masih bisa dikonsumsi.
Tapi harus ada perlakukan khusus. Misalnya harus dikukus dengan tutup terbuka selama 10 menit.
“Itu juga tidak bisa menghilangkan kandungan formalin 100 persen. Namun masih bisa mengurangi. Karena zat itu akan menguap,” kata dia.
Sedangkan sayur yang menggunakan pestisida, dia mengatakan, cukup dicuci dengan air mengalir sampai bersih.
“Makanan yang mengandung formalin biasanya tidak dihinggapi lalat,” lanjutnya.
Bagi yang mengonsumsinya, dapat mengakibatkan iritasi saluran pernapasan, reaksi alergi, merusak fungsi hati, jantung, otak, ginjal, dan saraf.
Jika dikonsumsi terus dalam jangka panjang berisiko terkena kanker.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Dampit Saiful Anam memaparkan, pihaknya akan menyampaikan hasil pengujian DKP kepada pedagang.
Sebab, dia mengatakan, pedagang biasanya hanya menjadi penjual.
“Saat pengambilan sampel, teman-teman sudah menandai pedagang. Nanti akan kami sampaikan ke pedagang, supaya tidak memasok bahan dari sumber yang sama,” ucapnya.
Pedagang lainnya pun akan diberikan edukasi untuk menjual bahan makanan yang aman.
Supaya tidak ditemukan lagi bahan-bahan makanan yang mengandung zat berbahaya di Pasar Dampit.
(yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana