Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mandiri! Pemuda Desa di Kabupaten Malang Ini Lakukan Fogging Swadaya, Kasus DBD Makin Membahayakan

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 26 April 2024 | 00:40 WIB
Pemuda Desa Pringu melakukan fogging untuk memberantas nyamuk penyebab DBD
Pemuda Desa Pringu melakukan fogging untuk memberantas nyamuk penyebab DBD

MALANG – Relawan pemuda Desa Pringu melakukan penyemprotan disinfektan alias fogging secara swadaya di berbagai titik yang ditengarai sebagai sarang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebab, banyak warga terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut.

Fogging dilakukan secara berkala dan rutin sejak tanggal 19 hingga 24 April 2024.

Tindakan penyemprotan ini dilakukan sebagai respon terhadap kekhawatiran warga.

Terutama terkait meluasnya kasus DBD bila tidak segera ada tindakan preventif.

Para relawan, yang mayoritas berasal dari Pemuda Masjid Nurul Huda Al Jailani, melakukan pengumpulan dana secara mandiri untuk membeli peralatan penyemprotan portabel dan bahan-bahan disinfektan.

Menurut koordinator relawan, Sujatmiko, sebelum melaksanakan penyemprotan, mereka telah berkoordinasi dengan bidan desa dan mendapat tanggapan positif.

Selain itu, informasi tentang kegiatan ini juga disebarkan melalui beberapa grup WhatsApp yang terdiri dari tokoh-tokoh di desa.

"Kami membentuk beberapa tim yang bertugas di lapangan, salah satunya bertugas untuk memberi tahu warga sebelum penyemprotan dimulai agar mereka dapat menutup makanan mereka sehingga tidak terpapar oleh bahan disinfektan," ujar Sujatmiko, Kamis (25/4).

Selain rumah-rumah yang terkena dampak, penyemprotan ini juga menyasar sekolah-sekolah, musala, dan fasilitas umum seperti pasar rakyat Desa Pringu.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh relawan pemuda Desa Pringu, terdapat lebih dari 10 kasus DBD yang tercatat antara bulan Maret hingga April 2024.

"Kami berharap pemerintah desa dapat mengambil langkah-langkah preventif tambahan seperti mengintensifkan program Pemberantasan sarang nyamuk dan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur). Serta memanfaatkan limbah barang bekas yang memiliki nilai ekonomis dengan cara daur ulang secara masif di tengah masyarakat," tegas Sujatmiko.(fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#DBD #Bululawang #Kabupaten Malang #pringu