RADAR MALANG - Dengan melonjaknya angka kasus Covid-19 di Singapura, membuat masyarakat cukup khawatir Indonesia akan mengalami kasus yang sama dengan negara-negara tetangga saat ini.
Dilansir dari Detikhealth, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI dr Siti Nadia menyebut bahwa varian pemicu gelombang Covid-19 di Singapura masih belum ditemukan di Indonesia.
Namun, dengan telah 4 tahun berlalunya sejak Covid-19 menimbulkan pandemi di seluruh dunia, Indonesia juga turut berkembang dalam menghadapi penyakit ini.
Salah satunya adalah dengan keberadaan obat Paxlovid, pertama kali dikenalkan oleh Kemenkes RI pada tahun 2023, obat tersebut dinilai lebih efektif membantu proses penyembuhan pasien Covid-19.
Merupakan hasil kolaborasi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat dan Australia, Paxlovid menjadi obat bagi pasien Covid-19 dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang dan berfungsi untuk mengurangi risiko semakin parahnya gejala yang dialami.
Memiliki kandungan utama berupa nirmatrelvir dan ritonavir, Paxlovid ini diberikan pada penderita berusia 12 tahun hingga dewasa, dengan teknis satu kursus pengobatan yang berlangsung selama 5 hari.
Dengan hadirnya obat ini di Indonesia, diharapkan kasus Covid-19 di masa mendatang bisa dikontrol penyebarannya.
Meski begitu, ada baiknya agar masyarakat untuk tetap bersiap dengan melakukan protokol kesehatan kembali seperti pada masa pandemi.
Protokol seperti kembali mengenakan masker ketika bepergian dan menjaga kesehatan dengan mengonsumsi suplemen vitamin, menjaga asupan makanan, dan rutin berolahraga, agar risiko lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia bisa diminimalisir. (Hilmy Aksyam Dhafi)
Editor : Aditya Novrian