RADAR MALANG - Ramainya kenaikan kasus COVID-19 di negara tetangga Singapura patur diwaspadai. Sebab kenaikan kasus turut terjadi di Tanah Air. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan ada 19 kasus terkonfirmasi, 44 kasus rawat ICU, dan 153 kasus rawat isolasi, dengan jumlah tes per minggu mencapai 24.774 orang.
Angka tersebut diketahui meningkat sebesar 11,76 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia dipicu oleh varian JN.1 yang merupakan bagian dari virus jenis Omicron BA.2.86.
Dengan melonjaknya kasus COVID-19, serta adanya varian baru berupa KP.1 dan KP.2, masyarakat diimbau untuk terus waspada. Juru bicara Kemenkes, Mohammad Syafril, mengimbau agar masyarakat segera melakukan vaksinasi dan booster COVID-19, pada Selasa ini (28/5).
Masyarakat turut diimbau untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan virus.
Disarankan juga untuk memeriksakan diri, menggunakan masker, dan menghindari kontak dengan banyak orang bila merasa kurang sehat.
Khusus bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar daerah, diimbau untuk mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan di wilayah tujuan.
Namun, masyarakat tidak perlu panik, karena varian ini diklaim memiliki tingkat fatalitas dan kematian yang tidak tinggi, dan tidak begitu mengancam kesehatan masyarakat.
Sehingga, dengan menerapkan PHBS dan langkah-langkah sebelumnya, diharapkan kasus COVID-19 dapat segera kembali turun. (Hilmy Aksyam Dhafi)
Editor : Aditya Novrian